Ditanya Masalah Migran, Paus Fransiskus: Itu Kecemasan yang Bikin Kita Gila

"Seorang yang berpikir hanya tentang membangun tembok, di mana pun mereka berada, dan justru tidak membangun jembatan, itu bukan orang beriman..."

Ditanya Masalah Migran, Paus Fransiskus: Itu Kecemasan yang Bikin Kita Gila
vaticannews.va
PAUS Fransiskus disambut anak-anak ketika tiba di Panama, Rabu (23/1/2019). 

PAUS Fransiskus memulai perjalanannya ke Panama, Amerika Tengah, membuat wartawan penasaran tentang pendapatnya mengenai isu migran, terutama terkait tembok perbatasan.

Seperti diketahui, tembok perbatasan yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang memicu terjadinya 'shutdown' terpanjang dalam sejarah AS.

Paus Fransiskus Doakan Korban Lion Air JT 610 dan Keluarga yang Ditinggalkan

"Itu adalah kecemasan yang membuat kita gila," kata Paus Fransiskus, Rabu (23/1/2019), seperti dikutip dari CBS News.

Pria berusia 82 tahun itu merupakan paus pertama yang berasal dari Amerika Latin. Dia juga putra dari seorang imigran Italia yang tinggal di Argentina.

Selama ini, Paus Fransiskus menyoroti penderitaan para migran dan pengungsi sebagai landasan kepausannya. Sebelum menuju ke bandara untuk bertolak ke Panama, dia bahkan menemui 8 pengungsi yang tinggal di Roma.

"Seorang yang berpikir hanya tentang membangun tembok, di mana pun mereka berada, dan justru tidak membangun jembatan, itu bukan orang beriman," ucapnya pada tahun lalu.

Kekhawatiran Trump

Karavan migran menjadi kekhawatiran Donald Trump selama ini. Pada awal pekan ini, sebanyak 1.800 warga dari Amerika Tengah bahkan telah mencapai AS dari Ciudad Hidalgo di Meksiko.

Kelompok itu telah mulai melewati Meksiko pada pekan lalu, dan terdapat antrian panjang menuju sebuah jembatan di perbatasan.

US News melaporkan, mereka mencari suaka untuk menghindari kekerasan, kriminal, dan kurangnya kesempatan di negara asal.

"Tidak ada yang ingin meninggalkan negara mereka, tapi kaum muda El Salvador mencari kesempatan, pekerjaan, dan keamanan," kata seorang mahasiswa bernama Edwin Valiente yang datang ke Panama untuk melihat Paus Fransiskus.

Selama di negara itu, pemimpin Gereja Katolik Roma itu akan menyampaikan pesan kepada kaum muda yang berkumpul untuk merayakan Hari Kaum Muda Sedunia.

Dalam perjalanan pertamanya ke Panama sejak paus sebelumnya pada 1983, Paus Fransiskus disambut oleh Presiden Juan Carlos Varela dan ribuan anak-anak. (Veronika Yasinta)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Paus Fransiskus Sebut Kecemasan terhadap Migran Bisa Membuat Gila"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved