Abu Bakar Baasyir Tolak Deradikalisasi Selama Dipenjara

BNPT, kata Suhardi Alius, telah berupaya melibatkan ulama-ulama untuk meluruskan pandangan Abu Bakar Baasyir.

ISTIMEWA
Abu Bakar Baasyir di dalam ruang periksa klinik Kencana, RSCM, Jakarta, Kamis (1/3/2018) 

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengungkapkan, Abu Bakar Baasyir menolak program deradikalisasi oleh tim assessment selama berada di penjara.

Bagi Abu Bakar Baasyir, program deradikalisasi bertentangan dengan ideologinya.

“Untuk pembebasan tahanan, baik itu narkoba, napiter, kita BNPT adalah bagian dari tim assessment. Ada program deradikalisasi yang kita terapkan pada napi terorisme. Tapi ada juga orang-orang yang hardcore itu tidak mau melaksanakan program deradikalisasi,” ungkap Suhardi Alius di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/1/2019).

Abu Bakar Baasyir Seharusnya Sudah Bebas pada 13 Desember 2018 Jika Mau Teken Ikrar Setia Pancasila

Hardcore, sama sekali mereka (Abu Bakar Baasyir) tidak mau ikut itu, karena kan bertentangan (dengan ideologinya). Hardcore sama sekali enggak mau. Tapi yang lainnya, napiter masih ikut untuk memberikan pencerahan,” sambungnya.

BNPT, kata Suhardi Alius, telah berupaya melibatkan ulama-ulama untuk meluruskan pandangan Abu Bakar Baasyir.

“Kita gunakan ulama untuk mengajak diskusi para napiter, untuk menyadarkan ‘eh ajaran kamu sebenarnya begini menurut agama’. Biasanya kita kirim ulama yang lebih tinggi ilmunya. Jangan yang di bawah, di bawah nanti malah diajarin,” bebernya.

Disdik Kota Bekasi Sudah Cabut SKTM Sebagai Syarat PPDB Sejak Tahun Lalu

Lebih lanjut, Suhardi Alius mengatakan, dari sisi kemanusiaan BNPT juga telah memberikan pendampingan khusus kepada Abu Bakar Baasyir, karena yang bersangkutan sudah berumur.

“Itu kan ada pendampingnya, asistennya selama di situ kita berikan khusus. Kemudian kita mudahkan kalau akses kesehatan,” tuturnya.

Kendati demikian, jika Abu Bakar Baasyir bebas nanti, BNPT tetap akan melakukan monitoring secara periodik. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan Abu Bakar Baasyir kembali melibatkan diri dalam aksi teror.

“Untuk pembebasan bersyarat kita lakukan evaluasi periodik, itu ada tim assessment dan kami bagian dari tim assessment itu. Kita turunkan tim lengkap, itu periodik kita lakukan, apalagi kalau orang mau mengajukan pembebasan bersyarat. Ini yang kita kerjakan,” papar Suhardi Alius. (Chaerul Umam)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved