Saksi Sidang Hercules Sebut Rombongan Hercules Kuasasi Lahan Bawa Senjata Tajam dan Linggis

Lanjutan sidang Hercules Rozario Marshal kembali dihadirkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (23/1/2019).

Saksi Sidang Hercules Sebut Rombongan Hercules Kuasasi Lahan Bawa Senjata Tajam dan Linggis
Warta Kota/Joko Supriyanto
Saksi dihadirkan dalam sidang Hercules Rosario Marshal di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (23/1/2019). 

LANJUTAN sidang Hercules Rozario Marshal kembali dihadirkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Rabu (23/1/2019).

Dalam sidang kali ini dihadirkan 9 saksi atas kasus penyerobotan lahan yang dilakukan oleh rombongan Hercules.

Sembilan saksi yang dihadirikan, yaitu Indra Cahyajaya, Hartawan Zainal, Rosalina Susilawati Zainal, Suwito, Ipe suparmin, Sungkono, Suryadarmawan, Dari Puspitasari dan Ida Anjarfatmawati.

Dalam sidang tersebut, Hartawan Zainal yang lebih dulu menjadi saksi menceritakan peristiwa tersebut kepada majelis hakim Rustiyono.

Di mana penyerobotan lahan tersebut terjadi di Daan Mogot KM 18, Kalideres, Jakarta Barat milik PT Nila Alam pada tanggal 8 Agustus 2018 lalu.

"Terjadi itu tanggal 8 Agustus, karyawan telepon saya dikasih tahu ada rombongan Hercules ada 60 lebih bawa plang, dan dikasih tahu untuk meminta saya datang, tapi disarankan jangan karena bawa sajam pacul dan linggis," kata Hartawan, Rabu (23/1/2019).

Meskipun hanya mengetahui peristiwa tersebut dari karyawannya, Sungkoni dan Ida, dalam sambungan telepon, saat itu para rombongan Hercules membawa plang yang bertuliskan jika tanah tersebut milik hak waris.

Bahkan dua kantor marketing milik Hartawan, dikuasai hingga dua bulan.

Meski tak ada kekerasan fisik yang dilakukan oleh rombongan Hercules kepada karyawannya, Hartawan mengaku ada beberapa intimidasi yang dilakukan oleh kelompok Hercules.

Mahathir Mohamad: Kita Tidak Boleh Menerima Atlet dari Negara Penjahat Israel

Bahkan pintu marketing dan gerbang dirusak.

"Mereka menguasai tempat kami kemudian karyawan kami meminta supaya saya menemui, kalau mau damai ketemu dengan mereka, tapi saya tidak mau. Masksudnya dikuasai, aktifitas di tempat itu, bahkan mereka yang menyewa harus setor uang, saya tahu dari karyawan," ujar Hartawan.

Diungkapkan Hartawan, jika lahan yang ia miliki tersebut milik perorangan yang didapat oleh orangtua, bahkan tanah seluas 2 hektar tersebut sudah dilengkapi dengan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan masih berlaku.

"Di atas itu ada tujuh ruko dan gudang penyewa dan kantor pemasar, itu sejak tahun 1980-an awal hingga sekarang itu sudah ada IMB semuanya. Ini tidak pernah ada sengketa, belum pernah berperkara. Yang menjaga karyawan kami ada beberapa orang," ucap Hartawan. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved