Pileg 2019

Polemik OSO Tambah Sentimen Negatif Partai, Hanura Berpotensi Tak Lolos ke DPR 

PENGAMAT politik Yunarto Wijaya menyebut polemik pencalonan Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai anggota DPD menambah sentimen negatif terhadap Hanura.

Polemik OSO Tambah Sentimen Negatif Partai, Hanura Berpotensi Tak Lolos ke DPR 
Warta Kota/Adhy Kelana
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya memberikan pemaparan rilis survei nasional (2000 responden) bertema "Peta Elektoral Terkini Pileg dan Pilpres 2019" di kantor Charta Politika Indonesia, Jakarta, Rabu (16/1/2019). Rilis survei membahas selisih elektabilitas jelang debat perdana pilpres dan partai politik yang lolos serta daerah pemiihan yang menjadi lumbung masing-masing pasangan. 

PENGAMAT politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, menyebut, polemik pencalonan Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Pemilu 2019 semakin menambah sentimen negatif terhadap Partai Hanura.

Tak hanya itu, polemik ini bisa berujung tidak lolosnya perwakilan partai Hanura ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Pileg 2019.

"Dengan posisi internal dan figur partai yang sedang dalam sentimen negatif, ditambah kejadian ini ya semakin parah. Sehingga dalam masa Pileg dan Pilpres 2019, posisi Hanura makin terpuruk dan berpotensi tidak lolos ambang batas 4 persen," kata Yunarto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (23/1/2019).

Nama OSO Tak Masuk Daftar Caleg Merupakan Keputusan Bersama, tapi KPU Tetap Beri Waktu

Sebagai Pengacara OSO, Yusril Ngaku Bingung dengan Keputusan KPU 

Sebenarnya, tambah Yunarto, tanpa polemik OSO ini pun, Hanura memiliki masalah besar selama satu tahun terakhir ini di internal partai. Artinya, infrastruktur partai memang sudah mengalami degradasi.

"Maka dari itu, survei dari lembaga survei juga menempatkan Hanura tidak pernah lolos dari ambang batas. Bahkan sering dikatakan sebaga partai satu koma atau nol koma," paparnya.

Menurut dia, sebuah partai mungkin masih bisa menjadi besar walaupun tidak memiliki infrastruktur yang kuat jika memiliki aspek ketokohan yang bisa menyatukan.

"Nah ini problemnya seakan-akan OSO ini malah dianggap menjadi salah satu sumber perpecahan juga di internal partai," tutur Yunarto.

Adapun jika merujuk hasil survei Charta Politika per Januari 2019, elektabilitas Hanura untuk Pileg 2019 masih 0,6 persen. Sedangkan kedekatan masyarakat dengan partai politiknya sendiri masih 0,5 persen.

DCT Anggota DPD

Diketahui, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memerintahkan KPU untuk memasukkan OSO dalam daftar calon tetap (DCT) anggota DPD dalam Pemilu 2019.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved