Pesawat Jatuh

Karyawan Lion Air Lebih Dahulu Check Out dari Posko Hotel Ibis, Keluarga Korban Pilih Bertahan

Bahkan, sejak kemarin malam, para keluarga korban tak lagi bisa menggunakan ruang meeting di lantai 3.

Karyawan Lion Air Lebih Dahulu Check Out dari Posko Hotel Ibis, Keluarga Korban Pilih Bertahan
WARTA KOTA/RANGGA BASKORO
Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610, di posko di Hotel Ibis, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur. 

NEUIS Marfuah (46), salah satu keluarga korban korban kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 menyatakan, saat ini tak ada satu pun karyawan Lion Air yang mendampingi para keluarga korban di posko Hotel Ibis, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sebab, para karyawan yang biasanya mendampingi mereka, sudah lebih dahulu check out sejak Selasa (22/1/2019) sore kemarin.

"Enggak ada satu pun. Kami hanya diberitahukan resepsionis bahwa kami harus check out hari ini. Semua karyawan Lion sudah keluar dari pagi tadi, bahkan ada yang dari kemarin sore," ungkap Neuis di lokasi, Rabu (23/1/2019).

Hotel Ibis Minta Keluarga Korban Check Out, Lion Air Belum Berikan Tempat Pengganti

Hal itu dilakukan lantaran dikabarkan bahwa Lion Air menutup posko di Hotel Ibis terhitung sejak hari ini. Bahkan, sejak kemarin malam, para keluarga korban tak lagi bisa menggunakan ruang meeting di lantai 3.

"Ruang rapat di lantai 3 sudah terkunci semuanya. Bahkan, kami tadi malam mengadakan rapat keluarga di koridor hotel, karena tempat meeting biasanya dikunci. Tadinya kami mau sewa, kami bayar sendiri. Pihak hotel tidak menerima karena ruangannya masih di sewa Lion," bebernya.

Ia pun kecewa lantaran pihak Lion Air dinilai tak menepati janjinya. Padahal, kemarin pihak keluarga baru saja bertemu Managing Director Lion Air Group Kapten Daniel Putut, di Kantor Kemenko Maritim. Pertemuan itu juga dihadiri oleh pihak Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, OJK, KSP, dan pihak asuransi.

"Mereka minta seperti itu, tapi kan kami sudah menyerahkan surat keberatan kepada Direksi Lion Kapten Daniel Putut yang bertemu di kantor kemaritiman kemarin. Dan itu sudah disepakati oleh beliau, bahwasanya ini minimal untuk 64 keluarga korban masih difasilitasi untuk stay di sini. Walaupun di suratnya disebutkan bahwa posko di Ibis ini mau ditutup dan kami mau dipindahkan," papar Neuis. (*)

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved