Pemilu 2019

Ini Syarat Calon Pemilih Pindah Lokasi Pencoblosan, tapi Cuma Bisa Pilih Presiden

KPU memberi kesempatan bagi calon pemilih untuk berpindah lokasi pencoblosan pada 17 April 2019, dengan melewati prosedur yang telah ditetapkan.

Editor: Yaspen Martinus
Kompas.com
Ilustrasi 

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) memberi kesempatan bagi calon pemilih untuk berpindah lokasi pencoblosan pada 17 April 2019, dengan melewati prosedur yang telah ditetapkan.

Kesempatan pindah lokasi pencoblosan merupakan bentuk perlindungan kepada pemilih dalam menggunakan hak politiknya.

Bagi mereka yang ingin pindah lokasi pencoblosan, hanya bisa dilakukan paling lambat 30 hari sebelum hari pemungutan suara dilaksanakan. Dengan kata lain, mereka yang punya rencana demikian, harus mengurus prosesnya paling tidak pada tanggal 18 Maret 2019.

Sekjen PBNU: Banyak yang Ingin Tahu Capres Bisa Baca Alif Ba Ta Tsa Apa Enggak?

"Secara prinsipil KPU tentu punya komitmen kuat untuk melindungi pemilih dalam menggunakan hak politiknya, sehingga dimungkinkan bagi pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya di tempat lain. Tapi, ada prosedurnya," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan, di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Prosedur yang harus dilewati oleh calon pemilih, terkait formulir pindah memilih. Mereka wajib mengurus formulir pindah memilih (A5) di Panitia Pemungutan Suara (PPS) lokasi asal yang ada di desa/kelurahan, untuk kemudian formulir tersebut dilaporkan ke PPS tujuan.

Formulir A5 bisa didapatkan pemilih dengan menunjukkan KTP-el maupun identitas lainnya ke PPS asal.

Mengaku Rumahnya di Lampung Digeruduk Polisi, Andi Arief Sebut Seperti Negara Komunis

"Prosedurnya yaitu terkait dengan formulir pindah memilih, itu bisa diurus melalui penyelenggara asal untuk kemudian diserahkan kepada penyelenggara tujuan pemilih menggunakan hak pilihnya," jelas Wahyu.

Bila yang berangkutan telah selesai mengurus seluruh proses kepindahannya, maka data pemilih di lokasi asalnya akan dihapus.

Kendati demikian, pindah memilih bukan tanpa konsekuensi. Sebab, mereka yang mengajukan pindah lokasi pencoblosan tidak akan mendapat jumlah surat suara yang sama dengan tempat tinggal asal.

Jadi Cawagub DKI, Suhaimi Berharap yang Lolos Fit and Proper Test Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu

Mereka hanya akan mendapat satu surat suara, yakni surat suara Pilpres. Sedangkan hak mereka mencoblos empat suara pemilihan anggota legislatif dinyatakan gugur.

Aturan itu merupakan pembelajaran dari Pemilu 2014, di mana mereka yang pindah lokasi pencoblosan kehabisan surat suara di TPS. Mekanisme seperti itu telah diatur dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. (Danang Triatmojo)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved