Kamis, 14 Mei 2026

Teknologi dan Gadget

Ini Peristiwa Mengerikan Dibalik Alasan Pembatasan Forward Pesan Whatsapp

Pengguna Whatsapp dikagetkan dengan fitur forward pesan yang dibatasi hanya dapat dikirim ke lima kontak

Tayang:
istimewa
WhatsApp 

APLIKASI media sosial Whatsapp mengumumkan kebijakannya beberapa waktu lalu terkait pengiriman forward pesan.

Fitur forward pesan di Whatsapp dibatasi menjadi hanya bisa mengirim ke lima kontak saja dan kebijakan ini berlaku di seluruh dunia.

Lalu, apakah yang menyebabkan Whatsapp membuat kebijakan seperti itu?

Melansir dari laman The Guardian, kebijakan pembatasan forward pesan tersebut ternyata pertama kali diterapkan di India usai terjadi sebuah peristiwa yang menggemparkan.

Debat Kedua Pilpres 2019 Tanpa Kisi-kisi, Jusuf Kalla Bilang Jokowi Harus Belajar Lebih Banyak Lagi

6 Makanan Ini Dipercaya Bisa Menghalau Flu Tanpa Perlu Diberi Obat

Pada tahun 2018 lalu India dikejutkan dengan pesan beruntun di Whatsapp yang ternyata adalah hoax.

Pesan tersebut menyebarkan tentang maraknya penculikan anak di India.

Dalam jangka waktu 2 bulan, puluhan orang dihakimi massa karena dituding penculik dalam pesan yang beredar di WhatsApp, sebagian sampai meninggal dunia dengan posisi tak bersalah.

Misalnya seorang pria bernama Mohammad Azam pada bulan Juli 2018 tewas dihakimi sekitar 2.000 orang di wilayah Karnakata karena rumornya dia mengincar anak-anak.

Tak hanya itu, tiga polisi terluka saat berupaya menyelamatkan korban.

Peristiwa tewasnya Mohammad Azam bermula dari Azam dan kedua temannya sedang pulang dari luar kota.

Karena itu, mereka menawarkan coklat untuk anak-anak lokal dan perbuatan itulah yang memicu kecurigaan warga setempat kepada mereka.

Sejak peristiwa tersebut, pemerintah India pun mendesak agar Whatsapp sebagai platform sosial media yang digunakan banyak orang membuat kebijakan.

Karena menurut pemerintah, apabila Whatsapp tidak bisa bertindak, aplikasi tersebut akan terus menjadi kaki tangan penyebar hoaks.

"Sirkulasi pesan tidak bertanggung jawab yang merajalela dalam jumlah yang besar pada WhastApp belum ditangani secara memadai oleh mereka," ujar Kementerian Teknologi Informasi India waktu itu.

"Jika WhatsApp hanya menjadi penonton, mereka dapat diperlakukan sebagai kaki tangan dan menghadapi tindakan hukum yang konsekuen," tambahnya, dikutip dari The Guardian.

Akhirnya sejak saat itu Whatsapp pun membuat dua fitur, yang pertama ditandainya sebuah pesan dengan tulisan 'forwarded' apabila pesan tersebut disebarluaskan.

Dan kedua adalah yang baru kita lihat akhir-akhir ini, yakni pembatasan lima kontak saja yang bisa disebarkan sebuah pesan.

"Kami merasa ngeri dengan kekerasan di India dan kami mengumumkan beberapa perubahan produk untuk membantu menangani isu tersebut. Ini adalah tantangan yang membutuhkan aksi dari masyarakat sipil, pemerintah dan perusahaan teknologi," ujar juru bicara WhatsApp.

Karena dirasa efektif diterapkan di india, akhirnya kebijakan tersebut diberlakukan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved