Cak Imin dan Erick Thohir Menyalip di Tikungan untuk Jadi Ketua Umum PSSI

Mantan pemain timnas Indonesia di era 1970-an, Urias Rahantoknam mempertanyakan keinginan Erick Thohir dan Muhaimin Iskandar untuk memimpin PSSI.

Cak Imin dan Erick Thohir Menyalip di Tikungan untuk Jadi Ketua Umum PSSI
www.oufc.co.uk
ERICK Thohir 

Mantan pemain timnas sepak bola Indonesia di era 1970-an, Urias Rahantoknam mempertanyakan keinginan Erick Thohir dan Muhaimin Iskandar yang berniat memimpin PSSI menggantikan Edy Rahmayadi.

Sebelumnya, Erick yang merupakan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo Maruf Amin, berminat menjadi Ketua Umum PSSI yang ditinggal Edy.

Edy, kini menjabat Gubernur Sumatera Utara, memutuskan mundur pada Kongres Tahunan PSSI 2019 di Bali, hari Minggu (20/1/2019) lalu.

"Kalau saya diharapkan memperbaiki industri sepak bola, oke saya siap," kata Erick Thohir di Jakarta, Jumat (19/1/2019).

Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengekor langkah Erick. Ia mengaku siap menjadi Ketua Umum PSSI. Cak Imin, sapaan karib Muhaimin Iskandar, siap membawa PSSI meraih prestasi.

"Saya siap memimpin PSSI biar beres, biar berprestasi, masuk gelanggang dunia," tulis Cak Imin lewat akun twitternya, @cakiminNOW, Rabu (23/1/2019).

Pernyataan dua tokoh nasional itu membuat Urias bertanya-tanya. Menurutnya, Erick dan Cak Imin bukan orang yang "berkeringat" untuk membuat Edy mundur.

"Ini ibarat menyalip di tikungan," kata Urias, Rabu (23/1/2019).

Urias pun memunculkan istilah lain, yakni ibarat sapi punya susu tapi keling (India) yang punya nama, atau itik yang bertelur tapi ayam yang mengerami.

Sementara itu, Komisioner Bidang Hukum Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN), Erwin Mahyudin menilai pihaknya sangat berperan untuk "memaksa" Edy meninggalkan jabatan sebagai Ketua Umum PSSI.

Menurutnya, Edy tak mungkin mundur bila tidak ada penangkapan terhadap sejumlah pengurus PSSI sebagai tersangka kasus pengaturan skor oleh Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri.

Erwin menyebut pembentukan Satgas Antimafia Bola oleh Polri pada 22 Desember 2018 tak luput dari inisiasi KPSN yang menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk memberantas maraknya pengaturan skor di pertandingan sepak bola Tanah Air.

"Jadi, kalau ada orang yang tidak 'berkeringat' menumbangkan ER (Edy Rahmayadi--red) lalu berebut kursi Ketua Umum PSSI, maka bercerminlah. Selayaknya yang menjadi Ketua Umum PSSI adalah orang yang berjasa menumbangkan ER," kata Erwin.

Sedangkan Suhendra menyatakan kesiapannya bila dipercaya memimpin PSSI. Ia mengatakan, "Tugas saya sudah selesai. Jika saya tidak mengambil risiko, maka peta tidak akan pernah berubah. Jika bangsa dan negara yang memanggil, ditempatkan di mana pun saya harus siap."

Penulis:
Editor: Eko Priyono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved