Alami Kesulitan karena Rumitnya Pengisian Jadi Alasan Anggota Dewan Tidak Patuh LHKPN

Dia melaporkan LHKPN dari tanggal 15 November kemarin, tapi baru selesai sekarang, karena kesulitan pola pengisiannya.

Alami Kesulitan karena Rumitnya Pengisian Jadi Alasan Anggota Dewan Tidak Patuh LHKPN
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ilustrasi. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi. 

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengakui rendahnya tingkat kepatuhan anggota DPRD DKI Jakarta terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Alasannya karena kesulitan isi formulir pelaporan.

Hal tersebut disampaikan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu usai menyerahkan formulir LHKPN di gedung KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Rabu (23/1/2019).

Kepada wartawan, dirinya yang mengaku, baru pertama kali, dia melaporkan kekayaannya selama terpilih dan menjabat sebagai anggota DPRD, sejak Agustus 2014 lalu.

Namun, bukan karena semata tidak patuh, tetapi karena sulitnya mengisi formulir LHKPN digital lewat situs resmi KPK, yakni kpk.go.id.

"Saya sebagai pejabat penyelenggara keuangan negara, saya melaporkan LHKPN dari tanggal 15 November kemarin, tapi baru selesai sekarang, karena kesulitan pola pengisiannya," jelasnya terkait kerumitan pengisian yang harus dilakukannya.

Oleh karena itu, LHKPN kembali dilaporkannya secara konvensional.

Dirinya bahkan datang secara langsung membawa sejumlah berkas disamping formulir LHKPN yang telah dilengkapinya.

Paling Tidak Patuh

Menyandang predikat sebagai lembaga paling tidak patuh oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lantaran seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta tidak pernah melaporkan harta kekayaannya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyambangi gedung KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Rabu (23/1/2019).

Dirinya yang datang secara langsung itu menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Laporan tersebut sebagai bukti DPRD DKI Jakarta dapat berubah menjadi lebih baik.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved