Breaking News:

Tersingkap Alasan Abu Bakar Baasyir Gagal Bebas karena Permintaan untuk Menghormati Australia

Scott Morrison mendesak Presiden Joko Widodo untuk menunjukkan rasa hormat kepada Australia.

Editor: Gede Moenanto
Kompas.com
Ilustrasi. Presiden Joko Widodo, Jumat (31/8/2018) sore, menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia Scott Morrison di Istana Kepresidenan Bogor. 

Tokoh radikal itu dinyatakan bersalah atas tuduhan terorisme pada tahun 2010 karena terkait dengan kamp pelatihan militan di provinsi Aceh dan dipenjara selama 15 tahun.

Namun, Joko Widodo mengatakan pada hari Jumat bahwa Abu Bakar Baasyir akan diberikan pembebasan lebih awal dari penjara dengan alasan kemanusiaan.

Sedangkan Scott Morrison dan anggota lain dari pemerintah Australia telah melakukan kontak langsung dengan rekan-rekan mereka dari Indonesia atas rencana pembebasan Abu Bakar Baasyir yang akan datang.

"Orang Australia meninggal secara mengerikan pada malam itu dan saya pikir, orang Australia di mana-mana akan mengharapkan bahwa masalah ini ditangani dengan sangat serius oleh pemerintah kami, yaitu," kata perdana menteri kepada wartawan, Senin.

“Tetapi juga bahwa pemerintah Indonesia akan sangat menghormati Australia dalam cara mereka mengelola masalah ini.”

Sejumlah 88 dari lebih dari 200 orang yang tewas dalam pemboman klub malam Bali tahun 2002 adalah warga Australia, dan Canberra, sebelumnya, membahas keringanan hukuman bagi Abu Bakar Baasyir.

"Kami selalu konsisten, pemerintah dari kedua persuasi, selama periode waktu yang lama, tentang keprihatinan kami tentang Abu Bakar Bashir," kata Morrison.

"Dia harus menjalankan apa yang telah disampaikan oleh sistem peradilan Indonesia kepadanya sebagai hukumannya," katanya.

Terpidana terorisme, Abu Bakar Baasyir
Terpidana terorisme, Abu Bakar Baasyir (The Guardian)

Scott Morrison mengatakan, itu tidak biasa bagi tahanan yang telah menjalani dua pertiga dari hukuman penjara Indonesia mereka untuk mendapatkan pembebasan bersyarat.

“Tetapi, kami telah sangat jelas tentang perlunya memastikan bahwa sebagai bagian dari upaya kontra-terorisme bersama kami, kami memiliki kemitraan kontraterorisme yang sangat baik dengan Indonesia, bahwa Abu Bakar Baasyir tidak akan berada dalam posisi apa pun atau dengan cara apa pun dapat mempengaruhi atau menghasut apa pun,” katanya.

"Jangan lupa bahwa bom Bali menyebabkan kematian orang Indonesia juga," katanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved