Jusuf Kalla Kritik Pembangunan LRT Palembang dan Jalur Kereta Trans Sulawesi yang Tak Efisien

WAKIL Presiden Jusuf Kalla kembali mengkritisi transportasi massal yang dibangun oleh pemerintah.

Jusuf Kalla Kritik Pembangunan LRT Palembang dan Jalur Kereta Trans Sulawesi yang Tak Efisien
TRIBUNNEWS/RINA AYU
Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2018). 

WAKIL Presiden Jusuf Kalla kembali mengkritisi transportasi massal yang dibangun oleh pemerintah.

Kali ini, dirinya menyatakan, penggunaan Light Rail Trans (LRT) di Palembang dan Kereta Api di Sulawesi tak berjalan efisien.

"Sekarang LRT Palembang, jadi turis lokal datang coba satu kali sudah selesai. Banyak hal-hal secara ekonomis bukan hanya secara teknis, tapi kita harus perbaiki secara ekonomis," kata JK saat menjadi keynote speaker, di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Akui Sumbang Sampah ke Kali Pisang Batu, Wali Kota Bekasi Minta Diselesaikan Secara Nasional

JK pun sempat pula mengungkapkan, kekhawatirannya atas jalur kereta api Trans Sulawesi yang baru dioperasikan pada akhir 2018 lalu.

"Barang apa mau diangkut dari Utara ke Selatan, Selatan ke Utara? Enggak ada. Kalau barang dan orang tidak akan efisien, kereta api hanya efisien di Jawa karena penduduk 160 juta," ungkapnya.

Di hadapan para undangan yang kebanyakan insinyur, JK berharap ke depan pembangunan infrastruktur termasuk transportasi massal, dimatangkan secara teknis dan ekonomi, apalagi pembangunan di daerah luar Pulau Jawa.

Kampanye di Rembang, Sandiaga Uno Disambut Pelukan Pemulung

"Kalau jalan di daerah sangat penting sekali. Ini suatu tanggung jawab kita semua untuk melihat itu, sebagai bagian daripada evaluasi kita meningkatkan infrastruktur, tapi juga manfaatnya bagaimana," tuturnya.

Sebelumnya, JK juga pernah mengkritik LRT yang dibangun di Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang.

"Infrastruktur juga harus efisien. Saya minta maaf, beberapa minggu lalu saya menyampaikan kenapa kita membikin LRT di atas jalan tol, kenapa semahal itu? Harus memahami, bahwa kenapa tetap harus membikin LRT di atas jalan tol, terus kenapa kita membikinnya elevated? Akibatnya, jalan tol tidak bisa diperlebar lagi karena ada tiang di sampingnya. Kedua, biayanya 10x lipat dibanding kalau di bawah," bebernya. (Rina Ayu)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved