Breaking News:

Indonesia Masters 2019

Debby Susanto: Tidak Ada Tempat Seperti Istora

Berpasangan dengan Ronald Alexander, Debby dikalahkan Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich (Jerman), dengan skor 21-15, 21-13.

Editor: Dewi Pratiwi
PBSI
Debby Susanto 

DEBBY Susanto mengakhiri kariernya sebagai pebulu tangkis. Ia memutuskan untuk gantung raket.

Namun ia gagal mengukir hasil terbaik di Indonesia Masters 2019 yang menjadi laga terakhirnya.

Berpasangan dengan Ronald Alexander, Debby dikalahkan Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich (Jerman), dengan skor 21-15, 21-13.

Sony Dwi Kuncoro dan Shesar Hiren Rhustavito Lolos ke Babak Utama

Berikut wawancara Debby tentang pertandingan terakhir dan seputar rencananya di masa pensiun mendatang.

Penanya (P): Bagaimana komentar Debby tentang pertandingan hari ini?

Debby (D): Hasilnya tidak sesuai yang kami mau, pola main tidak keluar. Di game kedua banyak misskomunikasi, sebetulnya bukan bola-bola yang sulit atau mematikan.

P: Hasilnya diluar dugaan?

D: Pasti tidak sesuai ekspektasi. Sama pasangan sebelumnya pun saya sering bertemu pasangan Jerman ini dan head to head nya banyak unggul. Hari ini sebetulnya bisa menang, bisa kalah, tapi dari tipe mainnya memang tidak sesuai ekspektasi kami.

P: Apa kegiatan Debby setelah pensiun?

D: Ke depannya, masih belum tahu, sekarang mau fokus ke keluarga, untuk badminton sudah dulu. Apalagi saya sudah menikah, jarang pulang ke rumah. Ibaratnya main rumah tangga-rumah tanggaan, tidak kayak rumah tangga beneran. Mau fokus ke orangtua, dari kecil sudah merantau, jauh dari orangtua, jadi sekarang mau quality time dulu sama keluarga.

P: Rencananya di akhir januari kami akan memberikan surat pengunduran diri ke PBSI. Ini pertandingan terakhir, ini penutup.

D: Kecewa pasti ada, main di rumah sendiri, ibaratnya terakhir kali ikut kompetisi. Dari awal fokusnya mau menikmati permainan ini, tiap pemain pasti mau menang, tapi gimana caranya bawa Ronald untuk main enjoy.

P: Komentar Debby soal ganda campuran saat ini?

D: Di bawah cik Butet (Liliyana Natsir), sekarang sudah lebih lumayan, sudah ada kemauan, motivasi lebih besar. Tapi konsistennya belum seperti senior-senior. Dalam latihan misalnya, masih belum tahu kebutuhan sendiri, merasa kurang ini harus tambahan, motivasinya ada, tapi kadang pelaksanaannya yang kurang konsisten.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved