Anies Baswedan Minta Warga Jakarta Gemar Berjalan Kaki

MEMPERINGATI Hari Pejalan Kaki Nasional, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpesan kepada warga Ibu Kota untuk gemar berjalan kaki.

Anies Baswedan Minta Warga Jakarta Gemar Berjalan Kaki
WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di GOR Ciracas Jakarta Timur, Selasa (22/1/2019). 

MEMPERINGATI Hari Pejalan Kaki Nasional, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpesan kepada warga Ibu Kota untuk gemar berjalan kaki.

Menurut Anies Baswedan, kaki merupakan salah satu alat transportasi yang cendrung tak dimanfaatkan secara maksimal.

"Mari kita lebih banyak menggunakan kaki untuk bertransportasi, karena kita tahu sesungguhnya alat transportasi yang dimiliki oleh hampir setiap orang adalah kaki, tapi kita cenderung menggunakan alat transportasi yang lain," ujar Anies Baswedan di GOR Ciracas Jakarta Timur, Selasa (22/1/2019).

Bak Truk Tersangkut, JPO di Tol Karawaci Nyaris Ambruk

Bahkan, untuk mendukung pejalan kaki, Anies Baswedan mengklaim pihaknya banyak membangun berbagai fasilitas umum berupa trotoar di beberapa kawasan Jakarta.

"Bagi kami di Jakarta, gerakan membangun trotoar akan kita teruskan di Sudirman-Thamrin dan beberapa jalan protokol yang menjadi percontohan pemanfaatan trotoar untuk pejalan kaki," tutur Anies Baswedan.

Kendati mengklaim saat ini banyak membangun trotoar untuk pejalan kaki, pemanfaatan dari trotoar saat ini masih banyak yang tak tepat sasaran.

CVR Lion Air PK-LQP Ditemukan Terkubur Lumpur di Kedalaman Delapan Meter di Dasar Laut

Misalnya di Jalan Jatibaru Tanah Abang Jakarta Pusat, trotoar yang dikalaim Anies Baswedan sebagai sarana berjalan kaki, malah digunakan sebagai lapak berjualan para pedagang kaki lima (PKL).

Bahkan, dari penemuan Ombudsman DKI, preman Tanah Abang menjadi penguasa trotoar. Mereka memperjualbelikan lapak di atas trotoar kepada para PKL dengan setoran per hari mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 50.000 untuk satu lapak.

"Mereka (PKL ke preman) bayarnya lima puluh ribu satu orang per hari (sebelum direlokasi). Ada 500 (pedagang) dikali lima puluh ribu saja sudah 25 juta per hari loh," beber Ketua Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya Teguh Nugroho. (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved