Ada 250 Gerbong Kereta Api Rutin Melintas di Rel Bangladesh, Jokowi: Ini Ekspor Tahap Pertama

Menurut Jokowi, saat ini sudah ada 250 gerbong kereta api (KA) yang rutin melintas di rel-rel KA di Bangladesh.

Ada 250 Gerbong Kereta Api Rutin Melintas di Rel Bangladesh, Jokowi: Ini Ekspor Tahap Pertama
Warta Kota/adhy kelana
ILUSTRASI - PT. KAI Commuter Jabodetabek kembali mendatangkan 40 rangkaian kereta dari Jepang dan tiba di plabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Sabtu (12/7). Unit tersebut merupakan KRL seri 205 yang dibeli dari operator KRL JR East di Jepang. Tampak satu persatu gerbong diturunkan di dermaga 3 Tanjung Priuk. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pada hari Minggu lalu, PT Industri Kereta Api (INKA) mengirimkan 15 kereta penumpang ke Bangladesh dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Menurut Jokowi, saat ini ada 250 gerbong kereta api (KA) yang rutin melintas di rel-rel KA di Bangladesh.

Dikatakan Jokowi, hal itu merupakan ekspor pertama kalinya dari total gerbong KA tersebut ke Bangladesh.

Hal ini dikatakannya di akun instagramnya, @jokowi

"Selamat pagi. Ratusan gerbong kereta api buatan Indonesia akan rutin melintasi rel-rel di negara Bangladesh setelah hari Minggu lalu, PT Industri Kereta Api (INKA) mulai mengirimkan 15 kereta penumpang dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya ke Bangladesh," jelasnya, Selasa (22/1/2019).

"Ini ekspor tahap pertama dari total 250 gerbong kereta senilai USD100,89 juta hasil tender pengadaan kereta penumpang untuk Bangladesh Railway yang dimenangi INKA tahun 2017," lanjutnya.

PT INKA, kata Jokowi, sedang menyelesaikan pesanan untuk dalam dan luar negeri.

Diantaranya 438 kereta Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek pesanan PT Kereta Api Indonesia (KAI), rangkaian kereta untuk di Filipina dan menggarap potensi ekspor di Srilanka.

"Saat ini, di pabriknya di Jawa Timur, INKA tengah menyelesaikan pesanan dari dalam negeri, yakni 438 kereta LRT Jabotabek pesanan PT KAI, rangkaian kereta untuk Filipina, serta menggarap potensi di Srilanka," ucapnya.

Dalam ini, ungkap Jokowi, Indonesia telah berteknologi maju dan menguasai di bidang perekereta apian.

Sehingga, pemerintah mendukung perluasan pabrik INKA di Jawa Timur dengan investasi Rp 1,63 Triliun.

"Pasar kereta api di dunia masih luas dan teknologi maju di bidang ini sudah pula kita kuasai. Karena itulah pemerintah mendukung perluasan pabrik INKA di Banyuwangi, Jawa Timur, dengan total nilai investasi sekitar Rp1,63 triliun. Dengan perluasan pabrik itu, tenaga kerja lokal di INKA yang kini 3.000-an orang bisa ditingkatkan jadi 8.000 orang," ucap Jokowi.

Penulis:
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved