Saipul Jamil Alih Profesi Jadi Guru Tari dan Vokal di Lapas Cipinang, Statusnya Narapidana Terbaik

SETELAH hampir tiga tahun mendekam di penjara, pedangdut Saipul Jamil (38) dikabarkan dalam kondisi baik-baik saja.

Saipul Jamil Alih Profesi Jadi Guru Tari dan Vokal di Lapas Cipinang, Statusnya Narapidana Terbaik
WARTA KOTA/ARIE PUJI WALUYO
Kakak Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah (pakai topi) ditemani tim kuasa hukumnya, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gadjah Mada, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019). 

SETELAH hampir tiga tahun mendekam di penjara, pedangdut Saipul Jamil (38) dikabarkan dalam kondisi baik-baik saja.

Hal itu disampaikan oleh kakak kandung Saipul Jamil, Samsul Hidayatullah, ditemui di sela pengurusan amar putusan Mahkamah Agung (MA) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gadjah Mada, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

"Bang Ipul (sapaan Saipul Jamil) baik-baik saja alhamdulillah," kata Samsul Hidayatullah.

Tak Disiplin, Ratusan Pegawai Pemkot Bekasi Dihukum Pakai Rompi Seperti Tahanan KPK

Samsul menambahkan, Saipul Jamil juga menjalani kehidupan dan profesi baru, selama hidup di balik jeruji besi.

Tidak hanya membagikan ilmu menyanyinya tentang dangdut di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang Jakarta Timur, Saipul Jamil ternyata juga menjadi guru tari dan vokal.

"Dia (Saipul Jamil) jadi guru tari sama guru vokal di sana," ungkapnya.

Bocah Pengamen di Tangerang Pesta Miras Oplosan Bareng Wanita Hamil

Samsul tidak mempermasalahkan kehidupan baru sang adik di lapas, karena kegiatan bekas suami pedangdut Dewi Perssik itu masih dalam batas wajar.

"Ya itu kegiatan positif, jadi tidak masalah dan didukung saja. Bahkan, dia (Saipul Jamil) jadi narapidana terbaik di sana (Lapas Cipinang)," ujar Samsul Hidayatullah.

Sebelumnya, Saipul Jamil ditangkap aparat kepolisian di kediamannya pada 18 Februari 2016 silam, atas kasus pelecehan seksual dengan korban berinisial DS.

Ini Penampakan CVR Lion Air PK-LQP yang Ditemukan Penyelam TNI AL

Dalam kasusnya tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Saipul Jamil dengan hukuman tiga tahun kurungan penjara, karena terbukti melanggar pasal 290 dan 292 KUHP.

Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) atas vonis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, sehingga PT menambahkan hukuman Saipul Jamil menjadi lima tahun penjara.

Akan tetapi, pada akhir tahun 2016, pihak Saipul Jamil mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Tetapi, MA menolak PK yang diajukan Saipul Jamil dengan merujuk pada putusan pertama atau putusan yang diputus oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. (*)

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved