Pemprov DKI Jakarta Percaya Diri Hadapi Supermoon

Menurutnya, wilayah pesisir Ibu Kota, di antaranya Muara Angke, Pluit, Penjaringan, hingga Pasar Ikan, Jakarta Utara kini telah aman.

Penulis: | Editor: Panji Baskhara
Tribun Bali
Supermoon terlihat di Austria, 10 Agustus 2014. Supermoon disebut para ilmuwan sebagai bulan perigee, terjadi saat bulan berada di dekat cakrawala dan tampak lebih besar dan lebih terang dari bulan purnama lainnya. 

Fenomena supermoon diperkirakan terjadi pada puncaknya, yakni Selasa (22/1/2019) mendatang.

Fenomena supermoon dikhawatirkan dapat memicu banjir rob.

Walau begitu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku tidak khawatir dengan peristiwa supermoon tersebut.

Rasa percaya diri itu disampaikan oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Teguh Hendrawan.

Menurutnya, wilayah pesisir Ibu Kota, di antaranya Muara Angke, Pluit, Penjaringan, hingga Pasar Ikan, Jakarta Utara kini telah aman.

Pihaknya telah melaporkan seluruh peralatan, mulai dari rumah pompa serta pompa portabel sudah siap digunakan.

Mesin pompa tersebut pun katanya mampu menguras apabila banjir rob melanda.

"Semuanya sudah siap, siaga bencana semuanya. Baik rumah pompa atau pompa portabel, semuanya sudah siap," ungkap Teguh dihubungi pada Senin (21/1/2019).

Supermoon

Walau telah siap menghadapi supermoon, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan lewat akun Instagramnya @aniesbaswedan; pada Sabtu (19/1/2019), mengingatkan agar masyarakat waspada akan bahaya banjir rob yang mengancam selama fenomena supermoon.

"Pada tanggal 21 Januari 2019 mendatang fenomena gerhana bulan akan kembali terjadi. Gerhana bulan ini sebenarnya dapat dilihat dari negara manapun saat malam hari dan langit cerah. Tapi di beberapa daerah, gerhana bulan akan terlihat secara utuh," tulis Anies.

Fenomena tersebut, lanjutnya, berpotensi menimbulkan air pasang. Gerhana tersebut tidak dapat dilihat dari wilayah Indonesia. Perlu diketahui bahwa pada tahun ini akan terjadi lima kali fenomena gerhana, yaitu gerhana matahari tiga kali dan gerhana bulan dua kali.⁣

Pada peristiwa supermoon, bulan berada pada titik paling dekat dengan bumi. Hal itu mempengaruhi pasang air laut akibat gaya gravitasi bulan dan bumi. Akan terjadi kenaikan permukaan air laut beberapa sentimeter dari kondisi normal.

"Jika supermoon diikuti dengan kondisi cuaca hujan lebat, maka akan sangat berpotensi terjadinya banjir rob,"⁣ ungkapnya.

Terkait hal tersebut, daerah yang perlu mewaspadai banjir rob adalah daerah yang berjarak dekat dengan bibir pantai. Banjir rob tidak meluas jauh ke daratan. Hanya saja masyarakat di sekitar pesisir pantai diimbau mewaspadai kemungkinan terjadinya genangan air akibat pasang air laut atau banjir rob.

"Kita harap masyarakat tetap tenang dan tidak panik, serta tidak termakan informasi yang memelintir atau mendramatisir, seolah-olah, pasang air laut dan banjir rob sama dengan tsunami," jelas Anies.

Dipastikannya BMKG tidak pernah memberikan imbauan untuk mengungsi. BMKG dengan instansi terkait juga selalu berkoordinasi untuk memberikan informasi yang benar secara keilmuan.

"Hindari terlebih dahulu area pinggir pantai dan tetap siaga bagi masyarakat yg tinggal di pesisir laut. #EdukasiBPBDKT #BMKG," tutupnya.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved