Jelang Pembebasan Abu Bakar Baasyir, Polisi Pantau Pergerakan Sel Tidur Teroris

Terkait pembebasan Abu Bakar Baasyir, Polri telah menyiapkan pemantauan terhadap sel tidur gerakan terorisme.

ISTIMEWA
Abu Bakar Baasyir di dalam ruang periksa klinik Kencana, RSCM, Jakarta, Kamis (1/3/2018) 

KARO Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pengawasan atau monitoring, jelang pembebasan tanpa syarat narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir.

"Pada prinsipnya dari kepolisian akan melakukan monitoring. Kalau yang bersangkutan atau beliau ABB kembali ke Solo, tugasnya Polresta Solo sama Polda Jateng yang akan melakukan tugas monitoring tersebut," ujar Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Meski begitu, Dedi Prasetyo mengaku belum mendapatkan informasi pasti mengenai pembebasan Abu Bakar Baasyir.

Abu Bakar Baasyir Tolak Pancasila, PDIP Persilakan Jadi Warga Negara Lain

Terkait pembebasan Abu Bakar Baasyir, Polri telah menyiapkan pemantauan terhadap sel tidur gerakan terorisme. Proses penangkalan telah dilakukan oleh Polda di tiap daerah.

"Sel tidur yang ada di tiap Polda sudah dilakukan mapping, profiling, monitoring, oleh Satgas Anti Teror yang ada di polda-polda. Tim itu terus bergerak," jelas Dedi Prasetyo.

Dedi Prasetyo mengakui saat ini tugas pemantauan sel-sel yang berpotensi melakukan aksi teror lebih efektif setelah adanya Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU Antiterorisme).

Abu Bakar Baasyir Tolak Tandatangani Syarat Taat pada Pancasila, Yusril Ihza Mahendra Cuma Tertawa

Pembebasan Abu Bakar Baasyir akan dilakukan pada pekan ini, sambil menunggu proses administrasi di LP.

Abu Bakar Baasyir minta waktu setidaknya tiga hari untuk membereskan barang-barangnya yang ada di sel penjara. Setelah bebas, Abu Bakar Baasyir akan pulang ke Solo dan akan tinggal di rumah anaknya, Abdul Rahim.

Abu Bakar Baasyir divonis selama 15 tahun dan telah menjalani hukuman sekitar 9 tahun. Di tengah-tengah menjalani hukuman, ia sempat menderita penyakit pembengkakan kaki pada akhir 2017 silam. (Fahdi Fahlevi)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved