Kamis, 14 Mei 2026

Setelah Menopause, Wanita Rentan Terkena Serangan Jantung

Setelah menopause, potensi penyebab kematian wanita bukan disebabkan kanker payudara maupun serviks, melainkan serangan jantung.

Tayang:
Penulis: |

Wanita yang masih mengalami haid atau menstruasi jarang terkena serangan jantung.

Namun, setelah menopause kematian wanita bukan disebabkan kanker payudara maupun serviks, melainkan serangan jantung.

Hal tersebut dikemukan oleh dr Vito A Damay SpJp(K) M Kes FIHA FICA, Spesialis Jantung dan Pembuluh darah Kardiologi Intervensi dari Siloam Hospital.

Ia mengatakan, wanita di bawah 40 tahun yang mengalami menstruasi secara teratur amat jarang terkena serangan jantung.

Namun, berbeda dengan wanita yang sudah tidak mengalami menstruasi atau menopause.

Ketika masih menstruasi, wanita masih memiliki hormon estrogen.

“Dia jarang terserang penyakit jantung, karena memiliki hormon esterogen yang bisa melindungi badannya. Beda dengan laki-laki. Tapi kalau dia sudah menopause. Sudah pasti risikonya sama dengan laki-laki,” ujarnya ketika ditemui di acara peluncuran produk asuransi PRUcritical benefit 88 di Greenhouse Coworking, Senin (14/1/2019).

Kalaupun ada wanita yang terkena serangan jantung ketika masih mengalami menstruasi bila perokok atau terkena autoimun. Itupun jumlahnya sangat jarang.

Ia menjelaskan, adanya hormon estrogen pada wanita membuat pembuluh darahnya 'licin' sehingga tidak akan terjadi penyumbatan.

Bandingkan ketika hormon estrogen hilang, pembuluh darahnya tidak lagi memiliki 'pelicin'.

Akibatnya pembuluh darahnya menjadi tidak elastis, menyempit bahkan mengeras. Kondisi ini membuat rentan terkena serangan jantung seperti halnya pada pria.

Usia wanita mengalami menopause sangat bervariasi. Biasanya diusia diatas 45 tahun mulai tidak teratur lama lama-lama berhenti diusia 50 tahun.

Pada tahap menstruasi tidak teratur, hormon estrogen sebagai pelindung wanita terhadap serangan jantung atau stroke sudah mulai berkurang.

Perbedaan stroke dan jatung terletak pada letak pembuluh darahnya. Bila yang terkena serangan di pembuluh darah di otak disebut stroke. Bila di sekitar jantung disebut serangan jantung.

Maag atau serangan jantung?

Sebenarnya, sebelum serangan jantung terjadi, ada tanda-tanda awal yang bisa diwaspadai. Mulai dari kesulitan bernafas, merasa dada tidak nyaman.

”Tanda-tanda serangan jantung itu bisa keringat dingin, rasa mual, lemas," kata dokter Vito.

Namun, rasa mual ini juga seringkali bukan karena serangan jantung tapi karena maag.
Bagaimana membedakannya?

Sakit maag sakitnya terasa di ulu hati. Dipicu karena salah makan atau telat makan.

Tapi kalau serangan jantung mirip sakitnya tapi diiringi juga dengan keluar keringat dingin serta sesak nafas.

Apalagi tidak ada yang salah dengan makan atau tidak telat makan.

"Kalau nyerinya berlangsung lama, 20 sampai 30 menit harus dicurigai serangan jantung. Apalagi dia perokok dan punya hipertensi. Kalau perempuan berusia dibawah 40 tahun dan masih menstruasi amat jarang kena serangan jantung karena ada hormon estrogen. Jadi mungkin maag. Tapi kalau sudah tidak menstruasi dan nyeri tiba-tiba harus curiga serangan jantung," jelas dokter Vito.

Ia menyarankan baik pria atau wanita rutin melakukan medical check up.

Bahkan American Heart Association menyarankan diusia 20 tahunan sudah harus pernah medical check up secara keseluruhan.

Mengukur kolesterol, gula darah, rontgen, ECG (Elektrokardiogram)- untuk merekam aktivitas jantung, dan lainnya.

Serangan jantung dan stroke dianggap pembunuh diam-diam (killer silent). Seringkali penderitanya tidak merasakan apa-apa tapi langsung terkena dan fatal hingga meninggal.

Bila beruntung lolos dari maut, seringkali menjadi cacat.

Secepatnya ke rumah sakit

Bila menemukan tanda-tanda serangan jantung seperti sesak, lemas, keluar keringat dingin ditambah nyeri di dada atau di sekitar ulu hati segera ke rumah sakit.

Begitu juga tanda-tanda stroke seperti pelo, bibir tiba-tiba tidak simetris serta bagian tangan terkulai harus segera di rumah sakit terdekat untuk dilakukan tindakan.

Ada banyak informasi yang seringkali kurang tepat bahkan salah dalam penanganan serangan jantung dan stroke.

Diantaranya pemberian aspirin serta menusuk-nusuk jari tangan dengan jarum hingga keluar darah.

Aspirin atau asam asetilsalisilat sering digunakan sebagai obat penahan rasa nyeri, penurun demam serta anti inflamasi (peradangan). Selain itu juga berfungsi untuk mengurangi risiko serangan jantung.

Informasi yang seringkali beredar, pada pria harus mengantongi aspirin ini. Ketika ada tanda-tanda serangan jantung, segera mengunyah 2 tablet aspirin lalu telan.

Menurut dokter Vito, informasi ini ada benarnya namun juga tidak bisa dipukul rata.

"Aspirin tidak bisa diberikan kesemua orang. Ada orang yang minum aspirin sembarangan bisa bikin pendarahan. Karena aspirin ini kan pengencer darah," katanya.

Aspirin diperlukan kalau ada riwayat penyakit jantung, sudah pasang ring. Dengan kondisi ini, benar harus selalu menyediakan aspirin di kotak obat atau di dompet agar sewaktu-waktu bisa dikunyah.

Tapi kalau belum pernah terkena serangan jatung tapi coba-coba sangat bahaya karena justru bisa menyebabkan stroke pendarahan.

Setiap tablet Aspirin yang ada di pasaran berisi 80 mg. Bila terkena jantung disarankan 2-4 tablet sekaligus dan dengan petunjuk dokter.

"Kalau benar serangan jantung memang aspirin jadi P3K (Pertolonga Pertama Pada Kecelakaan, Red). Tapi kalau dia pikir serangan jantung tapi ternyata maag dan minum aspirin bisa bikin perlukaan lambung. Harus segera ke RS," ujarnya.

Kenapa dikunyah agar aspirin cepat masuk ke pembuluh darah. Sementara bila ditelan butuh waktu untuk larut.

Sedangkan informasi mesti menusukan jari sampai darah keluar merupakan kegiatan yang sia-sia karena tidak ada hubungannya, antara darah yang keluar akibat ditusuk dengan serangan jantung atau stroke.

"Jari ditusuk, mau darahnya keluar apa ngga. Tidak ada hubungan dengan serangan jantung. Lebih baik segera dibawa ke rumah sakit. Semakin lama tidak ada tindakan akan menyebabkan kerusakan. Time is brain dan time is muscle," kata dokter Vito.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved