News

KPAI Rekomendasikan 4 Hal Terkait Laboratorium Sekolah Yang Dijadikan Gudang Narkoba

KPAI bertemu dengan jajaran pengurus Yayasan Pendidikan AK beserta sejumlah guru, dan petugas keamanan (satpam).

KPAI Rekomendasikan 4 Hal Terkait Laboratorium Sekolah Yang Dijadikan Gudang Narkoba
Warta Kota
KPAI datang Yayasan Pendidikan AK yang bekas laboratorium sekolahnya dijadikan gudang narkoba. 

Semanggi, Warta Kota. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) merekomendasikan 4 hal terhadap sejumlah pihak, terkait adanya bekas laboratorium sekolah di yayasan pendididikan AK di Kembangan, Jakarta Barat, yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba.

KPAI datang Yayasan Pendidikan AK yang bekas laboratorium sekolahnya dijadikan gudang narkoba.
KPAI datang Yayasan Pendidikan AK yang bekas laboratorium sekolahnya dijadikan gudang narkoba. (Warta Kota)

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan empat rekomendasi itu dikeluarkan pihaknya setelah, KPAI melakukan pengawasan langsung ke sekolah tersebut, Sabtu (19/1/2019).

"Saat itu KPAI bertemu dengan jajaran pengurus Yayasan Pendidikan AK beserta sejumlah guru, dan petugas keamanan (satpam). KPAI juga sempat berkeliling lingkungan sekolah," kata Retno, Minggu (20/1/2019).

Empat hal rekomendasi yang dikeluarkan KPAI untuk menindaklanjuti kasus ini kata Retno adalah, pertama, terkait proses hukum terhadap terduga pelaku, mengingat mereka bukan usia anak, maka KPAI menghormati proses penyelidikan yang sedang dilakukan Polsek Kembangan dan mendorong penegakan hukum terhadap para pelaku yang diduga sebagai pengedar narkoba dan telah menjadikan lingkungan sekolah menjadi gudang penyimpanan narkoba.

"Kedua, terkait pengawasan terhadap kepolisian untuk mengawal kasus ini, KPAI akan berkoordinasi dengan Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas, mengingat kasus menjadikan bekas laboratorium sekolah sebagai gudang penyimpanan narkoba adalah kasus pertama di Indonesia," kata Retno.

Dalam catatannya hal serupa pernah terungkap di Perguruan Tinggi, bukan sekolah.

"Jika kasus ini tidak ditindak tegas, maka dikhawatirkan ke depannya banyak pengedar dan Bandar narkoba akan menggunakan sekolah menjadi gudang penyimpanan narkoba karena dinilai aman. Ini merupakan ancaman bagi masa depan generasi muda Indonesia," tambah Retno.

Ketiga, kata dia terkait upaya mengetahui, apakah sekolah telah dijadikan pasar oleh terduga pelaku, maka KPAI mendorong Dinas Pendidikan DKI Jakarta bekerjasama dengan BNN untuk melakukan tes urine kepada seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, mahasiswa, sampai guru, karyawan, satpam dan Pengurus Yayasan.

“Kalau Kasudin Jakarta Barat memerintahkan sekolah membiayai test urine, maka bisa jadi tidak semua orang di tes urine, sehingga tidak dapat dideteksi secara lengkap dan utuh. Sebab mungkin saja sekolah tidak memiliki anggaran untuk membiayai ribuan orang yang akan di tes urine, mengingat Yayasan Pendidikan AK ini memiliki siswa dan mahasiswa mencapai ribuan orang," paparnya.

Keempat, atau yang terakhir kata Retno terkait dualisme pengelolaan pendidikan di dalam sekolah atau yayasan AK, dimana sejak 2011 menimbulkan konflik terus menerus, maka KPAI mendorong Pemprov DKI Jakarta dan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dengan pintu masuk kasus ditemukannya 355 gram sabu, hampir 8 ribu butir psikotropika golongan IV dan obat-obatan daftar G di sana itu.

"Harus diusut tuntas siapa yang paling bertanggungjawab di sekolah itu atas temuan pihak kepolisian tersebut. Jika ada keterlibatan pihak sekolah dan salah satu pihak dari dua yayasan YP AK dan YP Amanah AK, maka Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta wajib menindak tegas sekolah dan yayasan, mulai dari sanksi administrasi sampai ancaman pencabutan ijin sekolah," papar Retno.

Namun tentu saja kata dia dengan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak didik.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved