Breaking News:

Abu Bakar Baasyir Tolak Tandatangani Syarat Taat pada Pancasila, Yusril Ihza Mahendra Cuma Tertawa

YUSRIL Ihza Mahendra, kuasa hukum Jokowi, mengungkapkan proses pemberian pembebasan kepada Abu Bakar Baasyir sempat terganjal.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir 

YUSRIL Ihza Mahendra, kuasa hukum Jokowi, mengungkapkan proses pemberian pembebasan kepada Abu Bakar Baasyir sempat terganjal.

Sebenarnya, Abu Bakar Baasyir sudah bisa mendapatkan pembebasan bersyarat karena telah menjalani dua per tiga masa hukumannya.

Namun, Abu Bakar Baasyir menolak karena diwajibkan menandatangani pernyataan taat pada Pancasila dan tidak mengulangi tindak pidananya. Berdasarkan Pasal 84 Permenkumham 3/2018, syarat ini diwajibkan untuk narapidana terorisme.

Abu Bakar Baasyir Dibebaskan, Yusril Bilang Jokowi Tak Tega Ada Ulama Lama-lama di dalam Penjara

"Syarat bebas bersyarat antara lain setia kepada Pancasila, Ustaz Abu menyatakan saya enggak mau teken dan lebih memilih dalam tahanan sampai dengan penjara selesai," ungkap Yusril Ihza Mahendra di kantor The Law Office of Mahendradatta, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1/2019).

Abu Bakar Baasyir beralasan, dirinya hanya ingin taat kepada Islam. Padahal, menurut Yusril Ihza Mahendra, nilai dalam Islam sudah tertuang dalam Pancasila.

Kemudian Abu Bakar Baasyir juga menolak menandatangani pernyataan tidak melakukan perbuatan pidananya. Dirinya beralasan tidak pernah mengakui melakukan perbuatan pidana terorisme.

Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas di Sekitar Hotel Bidakara Jika Terjadi Kemacetan Parah

"Saya paham jalan pikiran beliau dan enggak mau berdebat dengan beliau. Jadi saya cuma ketawa aja," tutur Yusril Ihza Mahendra.

Namun akhirnya Abu Bakar Baasyir mendapatkan pembebasan tanpa syarat melalui kebijakan Presiden Joko Widodo. Sehingga, Abu Bakar Baasyir bisa bebas tanpa harus menandatangani syarat-syarat tadi.

Pembebasan Abu Bakar Baasyir akan dilakukan pada pekan depan, sambil menunggu proses administrasi di LP.

SBY Dipastikan Absen pada Debat Perdana Pilpres 2019, Posisinya Digantikan AHY dan Ibas

Abu Bakar Baasyir meminta waktu setidaknya tiga hari untuk membereskan barang-barangnya yang ada di sel penjara.

Setelah bebas, Abu Bakar Baasyir akan pulang ke Solo dan tinggal di rumah anaknya, Abdul Rahim. Abu Bakar Baasyir divonis selama 15 tahun dan telah menjalani hukuman sekitar sembilan tahun. Di tengah-tengah menjalani hukuman, ia sempat menderita penyakit pembengkakan kaki pada akhir 2017 silam. (Fahdi Fahlevi)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved