Breaking News:

Abu Bakar Baasyir Dibebaskan, Yusril Bilang Jokowi Tak Tega Ada Ulama Lama-lama di dalam Penjara

Pembebasan Abu Bakar Baasyir akan dilakukan pekan depan sambil menunggu proses administrasi di LP.

ISTIMEWA
Abu Bakar Baasyir di dalam ruang periksa klinik Kencana, RSCM, Jakarta, Kamis (1/3/2018) 

YUSRIL Ihza Mahendra, kuasa hukum pasangan Jokowi-Maruf Amin mengatakan, Presiden membebaskan terpidana kasus terorisme Ustaz Abu Bakar Baasyir, karena mempertimbangkan rasa kemanusiaan.

Mengingat, Abu Bakar Baasyir telah menginjak usia lanjut (80 tahun) dan mengidap beberapa penyakit.

"Pertimbangannya kemanusiaan dan penghormatan pada seorang ulama," ungkap Yusril Ihza Mahendra di kantor The Law Office of Mahendradatta, Jakarta Selatan, Sabtu (19/1/2019).

Isu HAM Jadi Hantu bagi Prabowo karena Tak Pernah Diselesaikan

Kepada Yusril Ihza Mahendra, Jokowi mengaku tidak tega memenjarakan ulama terlalu lama. Apalagi, Abu Bakar Baasyir dipenjara bukan di era pemerintahan Joko Widodo.

"Kemudian Pak Jokowi bilang enggak tega kalau ada ulama lama-lama dalam penjara. Apalagi Ustaz Baasyir bukan di zaman saya, dan itu zaman sebelumnya," tutur Yusril Ihza Mahendra menirukan ucapan Joowi.

Pembebasan Abu Bakar Baasyir akan dilakukan pekan depan sambil menunggu proses administrasi di LP.

Maling yang Gondol 31 Komputer di SMPN 19 Tangsel Juga Rusak CCTV

Abu Bakar Baasyir meminta waktu setidaknya tiga hari untuk membereskan barang-barangnya yang ada di sel penjara.

Setelah bebas, Abu Bakar Baasyir akan pulang ke Solo dan akan tinggal di rumah anaknya, Abdul Rahim. Abu Bakar Baasyir divonis selama 15 tahun penjara dan telah menjalani hukuman sekitar sembilan tahun.

Di tengah-tengah menjalani hukumannya, Abu Bakar Baasyir sempat menderita penyakit pembengkakan kaki pada akhir 2017 silam.

Jadi Tersangka, Vanessa Angel Tak Tahu Lagi Bagaimana Cara Lanjutkan Hidup

Achmad Michdan, pengacara Abu Bakar Baasyir menjelaskan, saat ini masih banyak buku yang harus dibereskan oleh mantan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia itu, sebelum meninggalkan Lapas Gunung Sindur Bogor.

Hal itu yang menyebabkan Abu Bakar Baasyir meminta waktu sebelum akhirnya mendapatkan pembebasan tanpa syarat.

"Memang Ustaz Abu yang meminta waktu. Masih banyak buku-buku di dalam. Beliau meminta izin untuk membereskan terlebih dahulu," ungkapnya, di di kantor pengacara Mahendradatta, Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

Duda Anak Satu Setubuhi Bocah Tetangganya, Lima Bulan Kemudian Korban Baru Berani Cerita

Jika tidak ada halangan berarti, pada Senin (21/1/2019) besok, Abu Bakar Baasyir sudah dapat melakukan penandatanganan surat meninggalkan lapas, dan tidak lagi berstatus sebagai terpidana kasus terorisme.

Dengan seluruh persiapan dan koordinasi dengan pihak keamanan, ia berharap pada Kamis (24/1/2019) mendatang Abu Bakar Baasyir sudah dapat menuju Pondok Pesantren Ngruki Sukoharjo.

"Kalau tidak, Rabu ya Kamis sudah bisa pulang. Kami berharap secepatnya selesai. Untuk pemulangan ke rumah, kami masih koordinasi dengan keluarga juga," jelasnya. (Fahdi Fahlevi/Amriyono Prakoso)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved