PSSI Bungkam Pemilik Suara di Kongres Tahunan dengan Fulus?

Kongres Tahunan dibayangi desakan mengubah agenda kongres menjadi Kongres Luar Biasa (KLB) yang bertujuan mengganti Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.

Penulis: | Editor: Eko Priyono
Bola.com
Edy Rahmayadi 

PSSI menggelar Kongres Tahunan di Bali, Minggu (20/1/2019). Beberapa agenda akan dibahas mulai dari masalah pengaturan skor, pergantian Komite Eksekutif PSSI, hingga perkembangan timnas Indonesia.

Di luar agenda itu, Kongres Tahunan dibayangi desakan mengubah agenda kongres menjadi Kongres Luar Biasa (KLB) yang bertujuan mengganti Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.

Desakan ini menguat pascaterbongkarnya praktik pengaturan skor pertandingan sepak bola yang melibatkan sejumlah pengurus PSSI. Namun, PSSI dikabarkan ingin membungkam desakan itu dengan kucuran uang alias fulus.

Fulus yang dimaksud adalah pelunasan uang subsidi kepada Asosiasi Provinsi (Asprov) dan klub-klub sepak bola yang merupakan pemilik suara dalam kongres.

Besaran fulus yang akan dikucurkan kepada setiap Asprov sekitar Rp 150 juta, untuk menggenapi yang sudah dikucurkan lebih dulu sebesar Rp 50 juta, dan buat setiap klub Liga 3 Indonesia yang masuk ke babak 32 besar senilai Rp 75 juta.

Fulus itu diduga sengaja dilunasi pada "injury time" agar para pemilik suara mengurungkan niatnya mengubah Kongres Tahunan menjadi KLB.

Keputusan ini--menurut seorang pengurus PSSI--diambil setelah Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono dan Staf Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto menghadap Edy di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, Senin (14/1/2019) lalu.

Desakan agar PSSI menggelar KLB untuk mengganti Edy sebelumnya disuarakan Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar.

Presiden Persijap Jepara, Esti Puji Lestari menegaskan pihaknya tak akan terpengaruh dengan rencana kucuran fulus tersebut.

"Bila memang kekurangan subsidi akan dibayarkan, itu memang sudah menjadi hak kami. Jadi dibayar atau tidak, tak akan mengubah sikap kami," ujarnya sebelum diperiksa sebagai pelapor oleh Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri di Polda Metro Jaya, Jumat (18/1/2019).

Manajer Persigo Semeru FCm Aven Hinelo berpendapat, amannya pembagian dana subsidi itu dilakukan setelah Kongres Tahunan PSSI agar tidak menyisakan masalah.

"Bila dibagikan sekarang bisa menjadi ‘jebakan batman’,” katanya.

Sementara itu, Direktur Media dan Digital PSSI Gatot Widakdo membantah tuduhan pihaknya ingin membungkam pemilik suara.

"Asprov itu memang mendapatkan dana subsidi dari PSSI untuk menggelar kegiatan, operasional. Idealnya memang Asprov bisa cari sendiri dana untuk menggelar kegiatan dan operasional mereka. Yang jelas, dana subsidi yang kami berikan pada Desember 2018 lalu itu bukan untuk membungkam pemilik suara. Tidak ada upaya seperti itu," ujar Gatot.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    PSM Makasar
    19
    10
    8
    1
    33
    8
    21
    38
    2
    Madura United
    19
    11
    3
    5
    26
    14
    10
    36
    3
    Persib
    18
    11
    3
    4
    31
    25
    5
    36
    4
    Persija Jakarta
    19
    10
    5
    4
    23
    11
    8
    35
    5
    Bali United
    19
    11
    1
    7
    40
    21
    14
    34

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved