Penyelundupan Narkotika

Penyelundupan Narkotika Jenis Baru Diungkap di Bandara Soekarno Hatta

Warga negara asing (WNA) asal Nigeria, Samuel alias SMN diamankan petugas Bea Cukai di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, Jumat (4/1/2019).

Penyelundupan Narkotika Jenis Baru Diungkap di Bandara Soekarno Hatta
Warta Kota/Andika Panduwinata
Penyelundupan narkotika jenis sabu diungkap di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (18/1/2019). 

WARTA KOTA, TANGERANG ---  Warga negara asing (WNA) asal Nigeria, Samuel alias SMN diamankan petugas Bea Cukai di Terminal 2D Bandara Soekarno Hatta, Jumat (4/1/2019).

Samuel dibekuk lantaran kedapatan menyelundupkan narkotika jenis methamphetamine atau sabu.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea & Cukai Tipe C Bandara Soetta, Erwin Situmorang menjelaskan, pengungkapan kasus penyelundupan narkoba dengan modus baru tersebut berawal dari kecurigaan petugas terhadap barang bawaan pelaku.

Terkuak Petugas Kepolisian Gulung Komplotan Penyelundupan Narkotika Lewat Pos

"Petugas kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. Berdasarkan analisis image x-ray atas tas jinjing yang dibawa oleh penumpang tersebut petugas mencurigai isi dari tas tersebut," ujar Erwin di Terminal Kargo, Bandara Soetta, Tangerang, Jumat (18/1/2019).

Erwin mengatakan, dalam pemeriksaan lebih mendalam tersebut, petugas mendapati barang berupa handuk, kaos dalam, kaos polo, dan kemeja yang dibungkus plastik seolah-olah dalam keadaan baru.

Namun, kondisi handuk, kaos dan kemeja tersebut tidak seperti umumnya. Semuanya dalam kondisi kaku dan keras.

"Selanjutnya dilakukan uji identifikasi awal dengan alat pendeteksi narkotika dan didapati bahwa pakaian tersebut positif mengandung Methamphetamine dengan berat bruto sebesar 8.078 gram," ucapnya.

BNN Gagalkan Penyelundupan Narkotika yang Disembunyikan di Sepatu

"Jadi, pengakuan pelaku, sabu terlebih dahulu dicairkan dan diresapkan ke baju kaos dan kemeja yang masih baru dan (dibawa) ke Indonesia. Jadi seolah-olah mereka membawa pakaian di dalam tas seperti penumpang pada umumnya," kata Erwin.

Selanjutnya, petugas Bea Cukai berkoordinasi dengan Bareskrim Mabes Polri untuk proses lebih lanjut.

Kanit 1 Subdit 1 DitResnarkoba Bareskrim Mabes Polri, AKBP Dodi Suryadin menambahkan, Samuel merupakan kurir yang diupah 3.000 dollar setiap  menyelundupkan narkoba.

"Pengakuan tersangka, dia telah melakukan aksinya 2 kali. Barang tersebut akan diserahkan kepada seseorang sebagai penerima. Ini merupakan kasus yang unik," ucap Dodi.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 juncto 112 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup," ucap Dodi.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved