Melawan Kenaikan Tarif Kargo Udara, Ini Aksi Nyata yang Bakal Dilakukan Asperindo

"Kami akan berupaya maksimal melakukan aksi nyata berupa melakukan stop pengiriman via kargo udara di tanggal dan jangka waktu yang belum ditentukan"

Melawan Kenaikan Tarif Kargo Udara, Ini Aksi Nyata yang Bakal Dilakukan Asperindo
Istimewa
ILUSTRASI Kargo udara 

DALAM rangka mencegah berbagai dampak negatif lebih jauh lagi akibat dari kenaikan tarif kargo udara yang diberlakukan berkali - kali oleh pihak maskapai penerbangan, tahun lalu Asperindo telah mengirimkan surat resmi dengan Nomor 102/DPP-ASPER/X/2018.

Surat itu ditujukan kepada Menteri Koordinator Perekonomian dengan tembusan ke beberapa kementerian dan instansi terkait, termasuk pihak maskapai. Namun, tidak ada tanggapan sama sekali.

Akibat kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU), perusahaan anggota Asperindo sepakat untuk menyesuaikan tarif pengiriman yang diberlakukan kepada konsumen pada Januari 2019. Dampaknya pun telah dirasakan oleh masyarakat sebagai konsumen, termasuk para pelaku e-commerce, dan UKM di seluruh Indonesia.

Pada Senin (14/1/2019) lalu, Asperindo mengadakan Rapat Pleno pertama di tahun 2019. Rapat Pleno kali ini menjadi Rapat Pleno Akbar karena dihadiri oleh para ketua atau perwakilan DPW Asperindo dari berbagai daerah di seluruh nusantara, baik dari Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, maupun Maluku.

Para anggota DPW Asperindo tersebut datang secara langsung ke tempat acara di Gedung RPX Jl. Ciputat Raya No.99, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, untuk mengumpulkan data dan informasi detil dari tiap wilayah.

Selain itu, beragam aspirasi disampaikan karena kenaikan tarif kargo udara ini menimbulkan permasalahan yang berbeda–beda di tiap daerah.

Kenaikan tarif kargo udara sudah sangat menekan perusahaan anggota Asperindo dari segi biaya operasional. Bahkan kenaikan tertinggi mencapai 330% seperti yang terjadi di Sumatera Utara.

Oleh karena itu, para anggota Asperindo sepakat untuk mengambil langkah lanjutan sebagai bentuk penolakan terhadap kenaikan tarif kargo udara.

Terkait dengan langkah Asperindo serta hasil kesepakatan anggota pada Rapat Pleno Akbar, Sekretaris Jenderal Asperindo, Amir Syarifudin, yang bertindak sebagai pimpinan rapat mengatakan, “Asperindo membentuk tim Pokja khusus yang akan fokus menangani permasalahan ini."

"Kemudian, karena surat resmi ke tingkat kementerian tidak mendapatkan tanggapan, maka Asperindo juga sepakat untuk melakukan eskalasi dengan mengirimkan surat resmi langsung kepada Presiden Joko Widodo,” tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved