Breaking News:

Wirausaha

Kembangkan Kentang, Anak Petani Magelang Melenggang ke Macau

Bisnis mengembangkan potensi bisnis kentang mengantarkan Agus Wibowo melenggang ke Macau, pada April 2019.

Warta Kota/Ign Agung Nugroho
Agus Wibowo, petani kentang, akan mengikuti ajang Global Student Entrepeneur Awards (GSEA) 2019 di Macau, pada April 2019. 

Reno terpilih berkat usahanya mengolah sampah jadi pupuk organik. Sedangkan peringkat ketiga adalah Nabila (23 tahun), mahasiswi Telkom, yang mengembangkan sekaligus melestarikan batik tulis Jawa Hokokai.

Michael Sung, koordinator EO untuk GSEA Indonesia, mengatakan, peserta yang terlibat tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan para finalis tahun sebelumnya.

"Salah satunya adalah terpilihnya Agus, anak petani yang mengembangkan bisnis pertanian juga," ujarnya.

Sudin PE Jakarta Barat Buka Program Kewirausahaan untuk Pengentasan Pengangguran

Michael mengatakan, pemenang ini merupakan hasil seleksi dari sembilan finalis pengusaha muda.

Dia menjelaskan bahwa GSEA ini merupakan kompetisi global bagi mahasiswa wirausahawan yang menjalankan bisnis secara aktif.

"Finalis terpilih dari Indonesia ini nantinya bersaing dengan 2.000 lebih peserta dari 56 negara di Global Finals GSEA yang akan diselenggarakan pada bulan April 2019 di Macau," kata Michael.

Michael menjelaskan, kompetisi diadakan untuk mahasiswa yang berwirausaha atau membangun bisnis sambil menjalankan pendidikannya.

Perusahaan atau bisnis yang dimilikinya harus sudah beroperasi selama minimal 6 bulan saat mengikuti kompetisi ini.

Kriteria lainnya, kontestan harus masih terdaftar sebagai mahasiswa program sarjana/pascasarjana tahun akademik 2018-2019 dari universitas di Indonesia, maksimal usia 35 tahun.

"Perusahaan atau bisnis milik peserta harus sudah menghasilkan keuntungan minimal US$500 atau telah menerima investasi sebesar minimal US$1.000 saat aplikasi untuk kompetisi ini diajukan," ujar Michael.

Untuk Menjadi Negara Maju, Indonesia Butuh 4 Juta Wirausaha Baru

Tim juri seleksi berasal dari sosok entrepeneur berkompetensi tinggi.

Lima juri GSEA 2019 yakni Irene Umar, Yasa Singgih, William Henley, Fadhlanti Sharief, dan Diwangkoro Ratam.

"Dari sembilan finalis tahun ini, mereka adalah pebisnis muda yang bukan saja peduli pada produk namun mempunyai keunikan dalam menjual produk mereka," katanya.

"Ada juga yang membangun komunitas dengan bisnis mereka untuk meningkatkan kesejahteraan daerah dan teman-teman mereka," kata Michael lagi.

Penulis: Ign Agung Nugroho
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved