Asperindo Akan Menghentikan Pengiriman Kargo Menggunakan Pesawat

Asperindo akan menghentikan pengiriman kargo menggunakan pesawat sebagai protes atas kenaikan tarif kargo yang dikenakan maskapai.

Asperindo Akan Menghentikan Pengiriman Kargo Menggunakan Pesawat
Istimewa
DEWAN Pengurus Pusat Asperindo. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia atau Asperindo akan menghentikan pengiriman kargo menggunakan pesawat sebagai protes atas kenaikan tarif kargo yang dikenakan maskapai.

Sekretaris Jenderal Asperindo, Amir Syarifudin, mengatakan, rencana menghentikan pengiriman kargo menggunakan pesawat tersebut akan dilakukan sebelum asosiasi melayangkan surat resmi kepada Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya asosiasi juga telah mengirimkan surat serupa ke Kemenko Perekonomian, instansi terkait, dan maskapai tetapi tidak mendapatkan tanggapan.

"Jika Bapak Presiden tidak memberikan perhatian, maka kami akan berupaya maksimal dengan melakukan aksi nyata berupa melakukan stop pengiriman via kargo udara di tanggal dan jangka waktu yang belum ditentukan. Tentunya, dengan berbagai pertimbangan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku," kata Amir Syarifudin seperti dilansir Antaranews.com, Kamis (17/1/2019).

Amir mengatakan, asosiasi telah menggelar rapat pleno akbar pada Senin (14/1/2019) untuk menyerap aspirasi anggota termasuk dampak kenaikan tarif kargo udara di perwakilan daerah.

Amir mengatakan, kenaikan tarif kargo udara sudah memberatkan perusahaan anggota asosiasi dari segi biaya operasional. Kenaikan tertinggi mencapai 330 persen seperti yang terjadi di Sumatera Utara.

"Kami membentuk tim pokja khusus yang akan fokus menangani permasalahan ini," katanya.

Menurut Amir, langkah yang dilakukan asosiasi bertujuan agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus dan menindaklanjuti permasalahan kenaikan tarif kargo udara karena berlawanan dengan Nawacita yang bertujuan untuk menurunkan biaya logistik.

"Logistik saat ini bukan hanya terkait jalur laut dan darat, tapi juga udara. Pihak yang terdampak dari kenaikan tarif kargo udara ini, bukan hanya para anggota kami sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres dengan konsumennya yang termasuk para UKM dan pelaku e-commerce, tapi juga industri dengan komoditas berupa perishable goods (barang mudah rusak)," kata Amir.

Industri yang membutuhkan pendistribusian cepat tersebut, seperti industri hasil laut dan pertanian, memiliki berperan besar terhadap perekonomian, sehingga perlu mendapatkan perhatian.

"Jadi, seluruh langkah yang kami jalankan juga sebagai dukungan nyata terhadap seluruh pelaku UKM, e-commerce, dan industri yang bergantung pada pengiriman via jalur udara," katanya.

Asperindo Keberatan dengan Kenaikan Tarif Surat Muatan Udara, Ini Alasannya

Asperindo Ingin Bernaung di Kementerian Perhubungan

Tarif Kargo Pesawat Naik, Biaya Jasa Pengiriman Ekspres Ikut Naik

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved