Polsek Tanah Abang Cokok Tiga Provokator dalam Bentrokan PKL Tanah Abang

Ketiganya diduga merupakan provokator sekaligus preman yang melindungi para pedagang liar.

Polsek Tanah Abang Cokok Tiga Provokator dalam Bentrokan PKL Tanah Abang
Warta Kota/Joko Supriyanto
Sejumlah massa terlibat kericuhan, saat penertiban PKL di Tanah Abang oleh petugas Satpol PP, Kamis (17/1/2018). 

Walau terjadi bentrokan ataupun berpotensi kembali ricuh, Irwandi mengaku bakal terus menertibkan pedagang liar.

Sebab sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, seluruh fasilitas umum dan fasilitas sosial harus bebas dari kepentingan pribadi.

"Ya kita hajar terus, nggak ada itu namanya jualan di trotoar-pinggir jalan. Kan udah jelas ada peraturannya, kita juga siapin skybridge sama pasar tasik yang luas. Yang pasti kita nggak takut," ungkapnya, menegaskan.

Terkait bentrokan yang terjadi, Irwandi menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Hanya saja lalu lintas sempat berhenti total dan memicu kemacetan di seputar Pusat Perniagaan Pasar Tanah Abang, tepatnya mulai dari Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Jatibaru dan Jalan Jatibunder.

"Benturan antara Satpol PP dan PKL ini karena ada provokasi, sebelumnya biasa saja. Petugas bekerja sesuai tupoksi agar Tanah Abang lebih tertib dan sudah disosialisasikan melalui operasi Praja Wibawa. Tidak ada korban dari satpol PP dan kondusif, tapi polisi sudah amankan tiga orang, itu yang kita proses," ungkap Irwandi.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved