Pilpres 2019

Survei Charta Politika: Suara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Stagnan Sejak Oktober 2018

Rilis survei Charta Politika terbaru mendapati suara kedua pasangan calon, Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi tidak bergerak sejak Oktober 2018.

Survei Charta Politika: Suara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi Stagnan Sejak Oktober 2018
M Arief Iskandar
Charta Politika saat rilis hasil survei nasional terbaru pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di kantornya di Jakarta, Rabu (16/1/2019) 

Menurut survei, 57,3 persen responden menjawab bahwa 212 merupakan gerakan moral dan hanya 23,2 persen untuk mendukung pasangan calon presiden.

"Hal ini menjawab hipotesa kenapa reuni 212 tersebut tidak berpengaruh signifikan bagi Prabowo," katanya.

Selain itu, menurut dia, terjadi kejenuhan dalam kampanye yang begitu lama dan wacana yang berkembang antar kedua pasangan calon tidak lagi menarik perhatian masyarakat.

Untuk itu, menurut dia, debat bisa saja menjadi momentum untuk menarik kembali perhatian masyarakat dalam menentukan pilihannya, katanya.

Bila ada momentum

Sementara itu, perubahan dapat saja terjadi mengingat jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan (yang tidak menjawab atau tidak tahu/'undecided voters') mencapai 14,1 persen.

Sedangkan pemilih yang mungkin berubah suaranya (yang telah menentukan pilihan namun menyatakan bisa saja berubah/'swing voters') mencapai 14,1 persen.

Untuk 'swing voters' pada pemilih Jokowi-Ma'ruf didapati sebesar 13,1 persen sementara Prabowo-Sandiaga 13,5 persen.

Namun demikian, perubahan tersebut dapat terjadi signifikan bila ada momentum bagi kedua pasangan calon, katanya. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved