Pilpres 2019

Prabowo Sebut Banyak BUMN Bangkrut, Jokowi: Kalau Bicara Pakai Data, Jangan Pesimis Lah

CALON presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) meminta capres Prabowo Subianto tidak bersikap pesimis ketika ada keuangan BUMN belum baik.

Prabowo Sebut Banyak BUMN Bangkrut, Jokowi: Kalau Bicara Pakai Data, Jangan Pesimis Lah
Warta Kota/Adhy Kelana
Capres petahana nomor urut 01 Joko Widodo saat menghadiri Deklarasi Dukungan untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Maruf Amin di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019). 

CALON presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) meminta capres Prabowo Subianto tidak bersikap pesimis ketika ada keuangan BUMN belum baik.

Hal tersebut disampaikan Jokowi, menanggapi pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut perusahaan BUMN akan bangkut satu per satu.

"Ya kalau kita bicara yang penting, satu pakai data, yang kedua jangan pesimis lah," ujar Jokowi seusai acara pensiunan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Rabu (16/1/2019).

Prabowo Bilang BUMN Bangkrut Satu per Satu, Menteri Jokowi: Kesimpulan yang Terlalu Ceroboh

Jokowi mengakui saat ini memang masih banyak perusahaan pelat merah yang belum baik, dan kondisi tersebut harus dihadapi dengan optimis, bukan malah bersikap pesimis dalam memperbaikinya.

"Kalau ada yang belum baik, ya banyak yang belum baik, tapi kita harus optimis kita perbaiki. Kita perbaiki, kita perbaiki, itu tugas kita," papar Jokowi.

Jokowi enggan menilai Prabowo Subianto menggunakan data yang salah dalam memandang keuangan BUMN, dan menyerahkan hal tersebut kepada Menteri BUMN Rini Soemarno.

Prabowo: Banyak Dokter Kita Gajinya Lebih Kecil dari Tukang Jaga Parkir Mobil

"Urusan data, urusan BUMN, ke Ibu Menteri BUMN," kata Jokowi.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mempertanyakan data dan bukti ke Prabowo Subianto yang menyebut perusahaan pelat merah akan bangkrut satu per satu.

"Ya buktinya mana? Orang ngomong kan bisa saja, gampang bicara, sekarang lihat bukti-buktinya apa?" ucap Rini Soemarno di kompleks Istana Kepresidenan.

Alat Pendeteksi Tsunami Bakal Dijaga Anggota TNI

Ketika disinggung PT Garuda Indonesia (Persero) yang terus mengalami kerugian, di mana pada kuartal III 2018 merugi sebesar 114, 08 miliar dolar AS, Rini Soemarno menyebut maskapai penerbangan pelat merah tersebut memang kerap diserang isu negatif sejak dahulu.

"Garuda sudah lama mendapatkan banyak isu, kita sekarang menyelesaikannya, Insyaallah semua lancar," ucapnya.

Upaya penyehatan keuangan Garuda, kata Rini Soemarno, dilakukan dengan melakukan renegosiasi kontak-kontrak lima sampai tujuh tahun yang lalu, di mana nilai kontrak tersebut terlalu mahal.

KPU Sebar 500 Undangan Debat Perdana Pilpres 2019, KPK dan Komnas HAM Dipastikan Tak Hadir

"Saya yakin kita bisa perbaiki semua. Kita harus menjaga keberlangsungan BUMN-BUMN tersebut. Kita punya karyawan yang banyak, karyawan itu juga punya keluarga, kita harus jaga semua. Jadi kalau bicara, marilah bicara dengan benar, dengan data yang kuat," papar Rini Soemarno.

Dalam pidato kebangsaan Indonesia Menang beberapa hari lalu, capres Prabowo Subianto menyampaikan banyak BUMN yang terancam bangkrut karena terus merugi dan utang menumpuk.

"Pertamina, PLN, Krakatau Steel, sekarang utangnya mengerikan. Kalau ada BUMN yang untung, untungnya pun tak seberapa," cetus Prabowo Subianto. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved