Polisi Ungkap Kamar Apartemen di Jakarta Barat Dijadikan Gudang Penyimpanan Obat Ilegal

Joko menuturkan, obat-obatan yang disimpan di salah satu unit apartemen tersebut termasuk obat ilegal.

Polisi Ungkap Kamar Apartemen di Jakarta Barat Dijadikan Gudang Penyimpanan Obat Ilegal
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Barang bukti obat psikotropika golongan IV disita dari salah satu kamar apartemen di Jakarta Barat, yang dijadikan sebagai gudang penyimpanan. 

APARAT Unit Narkoba Polsek Kembangan Jakarta Barat mengungkap modus kamar apartemen dijadikan sebagai gudang penyimpanan obat psikotropika golongan IV.

Ada pun barang bukti yang diamankan sebanyak 112.060 butir obat. Rinciannya, Frixitas Aprazolam sebanyak 960 butir, Merlopam 700 butir, Thiamine HCL 97.000 butir, Hexymer 12.000 butir, dan Tramadol 1.400 butir. Tersangka mendapatkan barang-barang tersebut melalui pemesanan online.

Kapolsek Kembangan Kompol Joko Handoko mengatakan, pengungkapakan barang bukti tersebut merupakan hasil pengembangan dari ketiga pelaku yang ditangkap sebelumnya di sebuah gudang di lingkungan sekolah.

Prabowo Nyatakan Siap Lanjutkan Program Jokowi, Pendukungnya Protes

"Ini hasil pengembangan kemarin, setelah mendapati barang itu dapat dari mana dan kemudian obat-obat itu dari mana asalnya, semalam kami melakukan penggeledahan dan juga pengecekan di salah satu unit apartemen ini. Kemudian kami dapati obat-obatan dengan empat psikotropika dan juga obat-obatan daftar G," kata Kompol Joko di Apartemen Puri Park View, Rabu (16/1/2019).

Joko menuturkan, obat-obatan yang disimpan di salah satu unit apartemen tersebut termasuk obat ilegal. Karena, obat-obatan ini sudah tidak diproduksi, sehingga kerap kali disalahgunakan oleh masyarakat, terlebih mereka yang terlibat aksi kejahatan.

Sejatinya obat tersebut memiliki manfaat, namun karena tidak ada izin edar, maka dikategorikan sebagai obat ilegal, karena penjualannya harus melalui resep dokter dan pengawasan dokter. Jika dikonsumsi berlebihan, maka menimbulkan efek mabuk atau fly.

Prabowo: Banyak Dokter Kita Gajinya Lebih Kecil dari Tukang Jaga Parkir Mobil

"Barang ini adalah termasuk ilegal karena banyak penyalahgunaan, jadi sudah ditarik izin edarnya, tidak memproduksi itu lagi. Kami akan terus berkoordinasi dengan Balai POM dengan peredaran obat-obatan ini dari mana asalnya dan bagaimana bisa menyebar begitu masif banyak," paparnya.

Kasi Pengawasan Badan POM Dadan Hidayat mengatakan, obat-obatan yang disita ini kerap disalahgunakan oleh para remaja. Ditambah, obat jenis Tramadol izin edarnya sudah tidak berlaku dan sudah tidak diproduksi lagi.

"Secara umum obat-obatan yang hari ini kita saksikan adalah jenis obat-obatan yang biasa disalahgunakan oleh para remaja maupun anak-anak sekolah," jelas Dadan.

Alat Pendeteksi Tsunami Bakal Dijaga Anggota TNI

Untuk itu, ke depan pihaknya mengaku akan terus berupaya melakukan pengawasan yang lebih ketat lagi, dan bekerja sama dengan pihak kepolisian agar dapat mencegah peredar obat-obat ilegal yang disalahgunakan.

"Kami dari Badan POM terus berupaya bekerja sama dengan pihak kepolisian bersama-sama untuk memberantas untuk mengungkap peredaran obat-obat yang legal maupun yang sering disalahgunakan," paparnya. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved