Korsel Tak Sebut Korut sebagai 'Musuh' Lagi, Sebuah Pertanda Perdamaian di Semenanjung Korea

Ini menjadi kali pertama sejak 2010, tahun yang sama dengan saat 50 warga Korsel tewas dalam serangan yang dituding dilakukan oleh Korut.

Reuters via indianexpress.com
PRESIDEN Korea Selatan Moon Jae-in (kanan) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) tiba di Rumah Perdamaian atau Peace House di Desa Panmunjom di lokasi demiliterisasi, perbatasan antara kedua Korea, beberapa waktu lalu. 

Dilansir SCMP dari Associated Press, penghapusan isitlah "musuh" tersebut diperkirakan bakal mendapat kecaman dari kaum konservatif Korea Selatan yang berpendapat pemerintahan Moon Jae-in telah merusak tatanan keamanan negara.

Dalam laporan Kementerian Pertahanan Korea Selatan itu, terungkap jumlah tentara yan dimiliki Korea Utara, yakni sekitar 1,28 juta personil. Jumlah tersebut jauh di atas kekuatan tentara Korea Selatan yang hanya berkisar 599.000 tentara.

Selain itu, Korea Utara masih terus menyebarkan sekitar 70 persen aset militernya, serta baru membentuk unit operasi khusus pembunuhan.

Dokumen laporan pertahanan Korsel juga memuat 14 jenis rudal balistik yang telah dimiliki atau sedang dikembangkan oleh Korea Utara, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM).

Dalam dokumen laporan juga disebutkan soal cadangan uranium dan 50 kilogram plutonium yang telah dipersenjatai, yang menurut ahli cukup untuk membuat setidaknya delapan bom nuklir.

Sebelumnya disampaikan Menteri Unifikasi Korea Selatan, Cho Myoung-gyon pada bulan Oktober, bahwa Korea Utara diperkirakan memiliki hingga 60 senjata nuklir. (Agni Vidya Perdana)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korea Utara Tak Lagi Jadi "Musuh" Korsel"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved