BPJS Kesehatan Menyarankan Iuran JKN Harus Naik

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan iuran JKN seharusnya bisa dinaikkan.

BPJS Kesehatan Menyarankan Iuran JKN Harus Naik
istimewa
BPJS Kesehatan 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief, mengatakan, iuran Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN seharusnya bisa dinaikkan.

"Yang terbanyak adalah penerima bantuan iuran. Kalau iuran dinaikkan, maka akan memberikan porsi besar bagi BPJS Kesehatan," kata Budi seperti dilansir Antaranews.com, Selasa (15/1/2019).

Budi mengatakan, bila ada kenaikan iuran, maka juga bisa ada kenaikan tarif yang dibayarkan ke rumah sakit.

Hal itu akan diatur Kementerian Kesehatan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Budi mengatakan, pada 2018 BPJS Kesehatan mengalami defisit hingga Rp16 triliun.

Dalam menghadapi defisit, maka ada tiga kemungkinan langkah yang diambil, yaitu menaikkan iuran, menurunkan layanan kesehatan, dan dibantu oleh pemerintah.

"Yang sudah dilakukan saat ini adalah pemerintah memberikan bantuan Rp 10 triliun secara bertahap. Namun, apakah BPJS Kesehatan akan selalu diselamatkan dengan cara seperti itu?" kata Budi.

Menurut Budi, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan tengah mengaudit BPJS Kesehatan dan sejumlah rumah sakit yang akan menjadi acuan pemerintah dalam memberikan bantuan.

"Perbaikan-perbaikan terus kami lakukan. Bagi kami, tidak ada kata JKN berhenti karena banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," katanya.

YLKI: Cukai Rokok Tidak Naik Berdampak BPJS Kesehatan Defisit

ICJR Sayangkan Keputusan Pemerintah Cabut Layanan Bantuan Korban dari BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Menghentikan Sementara Kerja Sama dengan Tiga RSUD Jakarta

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved