Kasus Ratna Sarumpaet

Berkas Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Masih di Kejaksaan, Sebelum 1 Februari Diyakini Lengkap

Hingga kini berkas kasus hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet masih diteliti dan diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet, hendak menjalani pemeriksaan kejiwaan di Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Rabu (10/10/2018). 

KABID Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan sampai saat ini berkas kasus hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet masih diteliti dan diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, setelah penyidik melimpahkannya kembali pada Kamis (10/1/2019) lalu.

Karenanya, kata Argo, pihaknya belum mendapat keterangan resmi apakah berkas tersebut sudah lengkap (P-21) atau belum.

"Karena masih diteliti di Kejaksaan berkasnya. Kita tunggu saja," kata Argo, Rabu (16/1/2019).

Menurutnya jika berkas sudah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh kejaksaan, maka pihaknya akan melakukan pelimpahan tahap 2 ke kejaksaan yakni pelimpahan tersangka dan barang bukti.

Seperti diketahui Polda Metro Jaya kembali melimpahkan berkas perkara kasus hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan tinggi DKI, Kamis (10/1/2019).

Sebelumnya Polda Metro Jaya sempat melimpahkan berkas kasus Ratna ini ke Kejaksaan tinggi DKI, November lalu. Namun berkas dikembalikan karena dianggap kurang lengkap.

Argo menyatakan penyidik telah mengikuti seluruh petunjuk jaksa saat berkas dikembalikan, agar dinyatakan lengkap atau P-21. Salah satunya adalah dengan memanggil saksi baru.

"Ada 10 item yang dilengkapi termasuk keterangan saksi baru," katanya.

Yakin Lengkap sebelum 1 Februari

Sementara itu Kanit 1 Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nico Purba yakin berkas kasus Ratna Sarumpaet ini akan dinyatakan lengkap atau P 21 sebelum masa tahanan Ratna berakhir 1 Februari mendatang.

“Kami optimis perkara ini P21 sebelum masa tahanan berakhir pada 1 Februari. Semoga kami dapat melakukan koordinasi dengan baik untuk memenuhi materi pidana,” kata Nico.

Dalam berkas perkara No.685/XI/2018/Dit. Reskrimum, budayawan dan aktivis Ratna Sarumpaet diduga melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau informasi bohong, dan dengan sengaja menyebabkan keonaran di tengah masyarakat.

Ia mengaku telah dianiaya sejumlah orang di Bandung dengan menyebarkan foto wajahnya yang lebam. Belakangan diketahui wajah lebam Ratna karena ia baru saja menjalani operasi plastik wajah di salah satu rumah sakit estetika di Jakarta.

Akibat perbuatannya itu, Ratna diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang RI No.19/2016 tentang perubahan UU RI No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 14 ayat (1) UU No. RI No.1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved