Air Limbah TPST Bantar Gebang Juga Bermasalah Bukan Hanya Ada Persoalan Gunungan Sampah

Terlebih, timbunan sampah menutup jalur aliran, sehingga air lindi tidak tersalurkan menuju IPAS.

Air Limbah TPST Bantar Gebang Juga Bermasalah Bukan Hanya Ada Persoalan Gunungan Sampah
Warta Kota/Muhammad Azzam
Aktivitas Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang nampak normal. Sejumlah pemulung juga sedang mengasih sisa-sisa sampah yang memiliki nilai ekonomis. 

Bukan hanya sampah yang menggunung seluas 110,3 hektar area, air limbah yang meleleh dari timbunan sampah juga menjadi salah satu masalah yang harus ditangani di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Tidak kalah beracun, air yang disebut lindi atau leachet itu juga merusak lingkungan.

Upaya pemurnian air lindi tersebut diungkapkan Kepala Seksi Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Rahmawati telah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan membangun tiga unit Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) di kawasan TPST Bantar Gebang.

Namun, lantaran masifnya sampah yang tertimbun di TPST Bantar Gebang selama 30 tahun terakhir, yakni sebesar 39 juta ton, ketiga instalasi tersebut tidak dapat mengakomodir air lindi yang dihasilkan.

Terlebih, timbunan sampah menutup jalur aliran, sehingga air lindi tidak tersalurkan menuju IPAS.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan membangun satu unit IPAS 4 yang terletak di Zona IV TPST Bantar Gebang.

IPAS yang akan dibangun pada tahun 2019 itu diharapkan dapat mengolah air lindi yang dihasilkan.

"IPAS 4 dikhususkan buat air lindi atau leachet, air sampah yang keluar akibat penumpukan sampah. Tujuannya untuk meningkatkan performa pengolahan air lindi," ungkapnya dihubungi pada Rabu (16/1/2019)

Pengolahan air lindi katanya sangat penting dilakukan.

Tujuannya agar air lindi dapat memenuhi standar baku, sehingga tidak mencemari lingkungan, khususnya permukiman warga di sekitar TPST Bantar Gebang.

Halaman
1234
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved