VIDEO: Tiga Pengedar Simpan Sabu di gedung Sekolah

AN, DL dan CP ditangkap karena kedapatan menyimpan narkotika disebuah gudang disekolah di Jakarta Barat.

Unit Narkoba Polsek Kembangan Jakarta Barat mengamankan 3 pengedar narkotika yang menggunakan salah satu gedung sekolah di Jakarta Barat sebagai gudang penyimpanan.
Adapun dari penangkapan tersebut diamankan sebanyak 355 gram sabu dan 7.910 tablet psikotropika.

Kapolsek Kembangan Jakarta Barat, Kompol Joko Handoko mengatakan tiga tersangka yang diketahui berinial AN, DL dan CP ditangkap karena kedapatan menyimpan narkotika disebuah gudang disekolah di Jakarta Barat.

Penangkapan tersebut berawal dari tertangkapkan AN, dan dilakukan pengembangan hingga akhirnya DL dan CP pun ditangkap disebuah gudang sekolah.

"Tersangka yang inisialnya DL dan CP mereka adalah kakak beradik, kita amankan di salah satu sekolah di Jakarta Barat. Dua orang ini adalah alumni dan karyawan yang bekerja di sekolah tersebut, kakak beradik ini anak kandung dari salah satu pengurus sekolah," kata Kompol Joko di Polres Metro Jakarta Barat, Selasa (15/1/2019).

Dikatakan Kompol Joko, tersangka DL dan CP tinggal disebuah gudang disekolah baru sekitar bulan, mereka juga sebagai pengawai lepas di lingkungan sekolah tersebut. Namun karena sering memanfaatkan area gudang tersebut, pihaknya sekolah memberikan izin untuk ditempati.

Namun justru, gudang tersebut dijadikan tempat penyimpanan narkotika oleh para pelaku, terlebih DL dan CP sudah mengenal AN sejak lama. Sebelum menjadikan tempat penyimpanan ketiganya mengaku hanya sebagai pengkonsumsi sabu.

"Jadi ketiganya ini sudah saling kenal, terlebih DL dan CP ini juga bekerja di sekolah dan karena sering mengunakan gudang tersebut akhirnya mereka manfaatkan sebagai tempat tinggal, dan tempat itu juga dijadikan tempat mengkonsumsi sabu ketika jam sekolah usai," ujarnya.

Tak hanya itu DL dan CP mengaku menerima titipan barang narkotika tersebut karena AN menjanjikan pembagian keuntungan untuk penjualan narkotika tersebut bahkan mereka dapat mengkosumsi sabu secara gratis.

"Tersangka DL dan CP ini mengaku sudah 10 kali menerima titipan dari AN baik itu psikotopika golongan IV. Mereka diberikan upah sebanyak Rp. 100 ribu hingga Rp. 500 ribu sekali penitipan barang," ucapnya.

Terpisah, Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat, Uripasih mengaku kaget atas pengungkapan kasus narkotika Polsek Kembangan yang berada lingkungan sekolah, untuk itu pihaknya mengaku kedepan akan meningkatan pengawasan serta bekerjasama dengan Polri dan BNN untuk melakukan test urine.

"Kami mendengar ini memang kaget, kenapa ada dilingkungan sekolah Jakarta Barat. Ya dengan adanya seperti ini, kita ingin pengawasan lebih ketat lagi. Nanti kita rapatkan kita koordinasi sanksi apa kedepannya," ujar Uripasih.

Pihaknya mengaku menghimbau kepada peserta didiknya untuk menjauhi tiga hal yaitu narkotika, tawuran dan pornografi, karena ketiganya ini adalah virus yang harus di waspadai dan dihindari, dengan menghindari tiga hal itu, setidaknya dapat mencegah tindakan yang melanggar hukum.

"Anak didik itu ada tiga ranah, Sekolah, Rumah, dan Lingkungan, jadi untuk orangtua murid tolong perhatikan benar anak-anak kita, mainnya, perilakukanya karena ini perlu perhatian orangtua murid. Di sekolah baik guru memberikan contoh terkait anak bangsa. Dan kepada pelajar harus punya imam, harus ada cita-cita," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved