TPST Bantargebang Penuh, Pemprov DKI Jakarta Optimalisasi Pengolahan Sampah

KIAN menggunungnya sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, mengharuskan dilakukannya optimalisasi.

TPST Bantargebang Penuh, Pemprov DKI Jakarta Optimalisasi Pengolahan Sampah
Warta Kota/Adhy Kelana
Sejumlah truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta terlihat membongkar muatan sampah di lokasi TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/10). 

KIAN menggunungnya sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, mengharuskan dilakukannya optimalisasi. Tujuannya agar mewujudkan pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan ramah sosial.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji dalam siaran tertulisnya, Selasa (15/1/2019).

Menurutnya, bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ia meninjau pelaksanaan Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Optimalisasi TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (15/1/2019).

“Arahan Gubernur, TPST Bantargebang harus dapat mengelola sampah DKI Jakarta dengan konsep ramah lingkungan dan ramah sosial,” kata Isnawa dalam siaran tertulis yang diterima Wartakotalive.com, Selasa (15/1/2019).

Isnawa memaparkan, TPST Bantargebang telah beroperasi sejak tahun 1989 dan jumlah sampah yang diterima meningkat setiap tahunnya.

Pada tahun 2018, rata-rata jumlah sampah yang masuk ke TPST Bantargebang mencapai lebih dari 7.400 ton per hari. Ketinggian timbunan sampah saat ini bervariasi dari 20 – 40 meter.

Menurut Isnawa, kapasitas TPST Bantargebang saat ini berada pada kondisi kritis. Diprediksi kapasitas TPST Bantargebang akan penuh pada tahun 2021.

Oleh karena itu dibutuhkan terobosan berupa kegiatan pengurangan timbunan sampah pada zona serta perapihan zona.

“Selain itu, perlu dilakukan penambahan sarana dan prasarana,” katanya.

Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST), Asep Kuswanto, mengungkapkan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menciptakan TPST Bantargebang sebagai TPST Ramah Lingkungan.

Sejak pengelolaan TPST Bantargebang dilakukan secara swakelola oleh Dinas Lingkungan Hidup pada 19 Juli 2016, kata Asep, Dinas lingkungan Hidup DKI Jakarta terus berupaya untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap semua sarana dan prasarana yang ada.

“Kami juga terus berupaya untuk dapat mengelola serta mengoperasikan TPST ini dengan sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Asep.

Berbagai kegiatan yang sudah dilakukan, ungkap Asep, di antaranya memelihara kondisi landfill dengan melakukan penutupan menggunakan geomembran dan tanah merah, memelihara jalan operasional, memelihara Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) dan saluran, melakukan penghijauan, dan mengoperasikan pusat daur ulang Kompos. (*)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved