TPST Bantargebang Cuma Mampu Tampung 10 Juta Ton Sampah Jakarta Lagi

KAPASITAS Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) milik Provinsi DKI Jakarta di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, hanya tersisa 10 juta ton.

TPST Bantargebang Cuma Mampu Tampung 10 Juta Ton Sampah Jakarta Lagi
Warta Kota/Adhy Kelana
Sejumlah truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta terlihat membongkar muatan sampah di lokasi TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/10). 

KAPASITAS Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) milik Provinsi DKI Jakarta di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, hanya tersisa 10 juta ton.

DKI memproyeksi, TPST bakal penuh dua tahun lagi atau pada 2021 mendatang, apalagi jumlah sampah yang masuk mencapai 7.400 ton per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, secara keseluruhan kapasitas TPST Bantargebang mencapai 49 juta ton dengan total luas lahan 110 hektare. Hingga saat ini, tercatat jumlah sampah yang masuk di sana mencapai 39 juta ton dengan sisa lahan sekarang sekitar 20 hektare.

Pelempar Molotov ke Rumah Wakil Ketua KPK di Kalibata Dua Orang Bermotor Berhelm Full Face

"Sekarang usia TPST Bantargebang sudah mencapai 30 tahun, dan kapasitas yang tersisa tinggal 10 juta ton lagi yang diprediksi di tahun 2021 akan penuh," kata Isnawa Adji di TPST Bantargebang, Selasa (15/1/2019).

Hal itu dikatakan Isnawa Adji ketika memberikan sambutan dalam acara Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Nomor 27 tentang Optimalisasi TPST Bantargebang. Dalam acara itu, hadir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Isnawa Adji mengatakan, untuk mengatasi masalah sampah di DKI Jakarta, Gubernur telah menetapkan kegiatan strategis daerah seperti pembangunan pengolahan sampah menggunakan sistem Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kota Bekasi Butuh 50 Unit Bus Sekolah

DKI, kata dia, juga mulai mengurangi jumlah sampah di titik sumber dan mengoptimalisasi TPST Bantargebang.

"Dalam kegiatan KSD optimalisasi TPST Bantargebang ini, kami mempunyai target dan harapan ingin menjadikan TPST Bantargebang sebagai TPST ramah lingkungan dan TPST ramah sosial," ucap Isnawa Adji.

Isnawa Adji mengatakan, agar tujuan itu tercapai, maka sejak pengelolaan dilakukan oleh swakelola oleh DKI pada 19 Juli 2016 lalu, lembaganya terus berupaya melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap semua sarana dan prasarana yang ada. Lembaganya juga terus berupaya untuk dapat mengelola dan mengoperasionalkan TPST dengan sebaik-baiknya.

Aparat KPK Gadungan Bergentayangan, Ini Nomor Telepon dan Modus yang Mereka Gunakan

"Salah satu contoh kegiatan yang sudah kami lakukan, yang pertama adalah memelihara kondisi sanitary landfiil (sampah ditumpuk dengan lapisan tanah dan geo membran) dengan baik," ungkapnya.

Tidak hanya itu, DKI juga melakukan pemeliharaan terhadap Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) beserta salurannya. Bahkan, untuk menonjolkan kesan asri, pihaknya melakukan penghijauan di berbagai sisi TPST, sekaligus mengoperasikan pusat daur ulang pupuk kompos serta berbagai kegiatan lainnya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved