Puluhan Kios di Penjaringan Rusak Diterjang Angin Kencang

Puluhan kios di Pasar Tanah Merah, Jalan Pluit Dalam, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (15/1) rusak diterjang angin

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Puluhan kios di Pasar Tanah Merah rusak diterpa angin kencang, Selasa (15/1). 

Laporan Wartawan Warta Kota, Junianto Hamonangan

PENJARINGAN, WARTA KOTA -- Puluhan kios di Pasar Tanah Merah, Jalan Pluit Dalam, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (15/1) rusak diterjang angin kencang.

Adapun puluhan kios belum ditempati dan masih dalam tahap pembangunan.

Pantauan di lokasi, sejumlah pekerja tampak merapikan bekas kios yang rusak diterjang angin.

Beberapa asbes juga masih terlihat berantakan. Sementara rangka kios yang rusak dikumpulkan oleh para pekerja di satu tempat.

Seorang pekerja, Eko (45) mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.30 WIB. Pada saat Eko dan teman-temannya sedang bekerja, tiba-tiba saja angin kencang menerpa kawasan tersebut.

“Tahu-tahu rubuh aja gitu pas ada angin kencang, itu kira-kira 10 detikan lah. Padahal nggak ada mendung, nggak ada hujan,” ungkapnya, Selasa (15/1).

Puluhan kios di Pasar Tanah Merah rusak diterpa angin kencang, Selasa (15/1).
Puluhan kios di Pasar Tanah Merah rusak diterpa angin kencang, Selasa (15/1). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Eko menceritakan peristiwa yang terjadi begitu cepat itu mengakibatkan sekitar 22 kios mengalami kerusakan.

Beruntung pada saat kejadian, tidak sampai timbul korban jiwa maupun luka.

“Nggak ada yang terluka, kebetulan kiosnya juga belum ditempati karena memang belum selesai dibangun. Sekarang lagi dirapihin, abis itu lanjut lagi,” katanya.

Lurah Penjaringan Depika Romadi menduga rusaknya 22 kios tersebut diakibatkan belum selesainya pembangunan. Sehingga ketika angin kencang menerpa, kios-kios tersebut tidak kuasa menahannya.

“Baru rangka sih, atapnya belum, baru pasang baja ringannya itu. Mungkin karena ada yang ketiup angin satu, namanya satu rangkaian, mereka belum kuat, jadi ketarik kayak efek domino saja,” katanya.

Menurut Depika, pembangunan kios-kios yang rencananya akan dijadikan loksem (lokasi sementara) bagi para pedagang itu dipastikan tetap berjalan seperti biasa. Pasalnya sebagian kios sudah mulai dicicil oleh para pedagang.

“Sebagian sudah mulai dicicil, dihuni oleh pedagang. Total 400an (kios), yang sudah diisi hampir 100an. Jadi masih bertahap, nanti kalau sudah jadi 400 kios, pedagang-pedagang yang jualan di trotoar dan jalan akan pindah,” katanya.

Sebelumnya para pedagang telah setuju untuk direlokasi dengan diusulkan menjadi lokasi binaan supaya bisa dibina dan ditata. “Jadi komitmennya tidak berdagang di trotoar dan jalan tapi berdagang di kios, di lokasi yang diusulkan,” ucapnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved