Dulu Menimbun, Kini DKI Menambang Sampah di TPST Bantargebang

PEMPROV DKI Jakarta bakal mengubah pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Dulu Menimbun, Kini DKI Menambang Sampah di TPST Bantargebang
Warta Kota/Adhy Kelana
Sejumlah truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta terlihat membongkar muatan sampah di lokasi TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/10). 

PEMPROV DKI Jakarta bakal mengubah pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Pada 2019 ini, Ibu Kota tidak lagi menggunakan sistem sanitary landfill atau menimbun sampah menggunakan tanah merah, lalu menutupnya menggunakan geomembrane.

DKI akan memakai sistem landfill mining atau menambangan sampah, dengan tujuan mengurangi sampah yang sudah tertimbun pada zona landfill, lalu sampah tersebut dimanfaatkan kembali.

Anies Baswedan Minta Anak Buahnya Perbaiki Alat Semprot Agar Truk Sampah DKI Bersih Maksimal

"Dengan melakukan landfill mining, maka dapat mereduksi sampah yang sudah ditimbun. Sistem ini juga dapat meningkatkan kapasitas penimbunan sampah di zona, memulihkan atau recovery material agar dapat dimanfaatkan kembali, hingga memperoleh suatu lahan baru," jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji di TPST Bantargebang, Selasa (15/1/2019).

Isnawa Adji mengatakan, dalam penerapan sistem ini pihaknya menggandeng tenaga ahli dari Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Jawa Barat. Saat ini pihaknya telah melakukan analisis kelayakan dan potensi pelaksanaan landfill mining di salah satu zona, yaitu zona IV B2.

"Berdasarkan hasil analisis tersebut, dinyatakan bahwa zona IV B2 memiliki karakteristik lereng yang aman untuk dilakukan landfill mining," tuturnya.

TPST Bantargebang Cuma Mampu Tampung 10 Juta Ton Sampah Jakarta Lagi

Selain itu, kata dia, sampah yang telah dikeruk berpotensi dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Untuk menguji kelayakan sampah sebagai bahan bakar alternatif ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan kerja sama penelitian dengan PT Holcim Indonesia Tbk, untuk menggunakan sampah lama menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara, yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan semen.

"Sampah eksisting di TPST Bantargebang ini berpotensi diolah menjadi sumber energi baru pengganti batu bara, atau akan diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF)," katanya.

Lantaran sistem landfill mining merupakan hal yang baru di Indonesia, maka Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan didampingi Dirjen Cipta Karya, Badan Pengkaijan dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Teknik Lingkungan ITB dalam pelaksanaannya.

DKI Pinjamkan 55 Truk Sampah Bekas ke Kota Bekasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, DKI Jakarta dengan BPPT dan lembaga lainnya telah membangun Pilot Project berupa Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Kerja sama ini ditandai penandatangan MoU/PKS antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan BPPT pada 20 Desember 2017.

PLTSa dibangun dengan kapasitas 50-100 ton sampah per hari yang direncanakan menghasilkan listrik sebesar 400 kWh. PLTSa ini akan mengolah sampah yang dihasilkan langsung oleh masyarakat DKI Jakarta (fresh waste). Saat ini, pembangunan yang telah dilaksanakan sejak Maret 2018 sudah mencapai 90 persen.

"Saya berharap tadi bisa menyampaikan kepada pimpinan BPPT bahwa kita berharap ini didorong untuk kegiatan riset. Apalagi memang keunikan sampah di Indonesia yang bisa diolah menjadi energi," bebernya. (*)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved