Breaking News:

Novel Baswedan Diteror

Polisi Tegaskan Pembentukan Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Tak Terkait Politik

Menurut Argo Yuwono, pembentukan tim gabungan ini adalah rekomendasi dari tim pencari fakta yang dilakukan Komnas HAM.

Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kombes Argo Yuwono 

KABID Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pembentukan tim gabungan untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, sama sekali tidak terkait politik, apalagi debat capres yang akan dilaksanakan KPU pada 17 Januari mendatang.

Menurut Argo Yuwono, pembentukan tim gabungan ini adalah rekomendasi dari tim pencari fakta yang dilakukan Komnas HAM.

"Tak ada kaitannya dengan politik,” kata Argo Yuwono, Senin (14/1/2019).

Polri Bikin Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan, Kubu Prabowo: Mau Debat Pilpres Baru Dibentuk

Karenanya, ia meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada tim gabungan untuk bekerja maksimal mengusut dan menangkap pelaku penyiraman air keras.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim gabungan khusus bersama para pakar atau akademisi, dan tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang terjadi pada 11 April 2017 di dekat rumah Novel Baswedan di Jalan Deposito Blok T, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Untuk itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengeluarkan surat tugas khusus kepada jajarannya tertanggal 8 Januari 2019.

Jokowi: PDIP Bersyukur Memiliki Megawati

Sebagai Ketua Tim ditunjuk Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis dan Brigjen Nico Afinta yang kini menjabat Karobinops Bareskrim Polri sebagai Wakil Ketua Tim.

Sebagai anggota tim juga terdapat nama Kombes Herry Heryawan dari Densus 88 Polri. Kasubtim Penyidikan dipegang oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Roycke Harry Langie.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sendiri menjadi Penanggung Jawab Tim Gabungan ini. Di dalam tim ini juga terdapat tujuh orang sebagai tim pakar atau dari akademisi.

Polisi Kembali Limpahkan Berkas Kasus Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan, Kali Ini Yakin P-21

Mereka adalah Prof Dr Indriyanto Seno Adji (Wakil Ketua KPK periode Februari-Desember 2015 dan juga Guru Besar Hukum Pidana UI), Prof Hermawan Sulistyo (Ahli peneliti utama pada LIPI atau akademisi), Prof Amzulian Rifai (selaku Pakar Hukum), Hendardi selaku Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Poengky Indarti (Komisioner Kompolnas serta Direktur Eksekutif Imparsial Periode 2010-2015), serta Nurkholis (Komisioner Kompolnas 2007-2017).

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved