Novel Baswedan Diteror

Polri Bikin Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan, Kubu Prabowo: Mau Debat Pilpres Baru Dibentuk

Padahal, desakan masyarakat kepada pemerintah untuk membentuk tim khusus atau tim pencari fakta sudah dilakukan sejak lama.

Polri Bikin Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan, Kubu Prabowo: Mau Debat Pilpres Baru Dibentuk
Instagram @andre_rosiade
Juru Bicara Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. 

KUBU Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mempertanyakan langkah Polri yang baru sekarang membentuk tim khusus kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Andre Rosiade mengatakan, Presiden Jokowi seharusnya bisa memerintahkan Kapolri untuk membentuk tim khusus tersebut sejak lama, ketika kasus tersebut mandek.

"Pak Jokowi, ke mana saja? Setelah mau digelar debat perdana baru dibentuk. Sudah hampir 700 hari. Kenapa baru sekarang?" ujar Andre Rosiade kepada Tribunnews, Jumat (11/1/2019).

KPK Duga Uang Suap Proyek Meikarta Dipakai Anggota DPRD Bekasi untuk Pelesiran ke Luar Negeri

Andre Rosiade mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah Polri tersebut, namun ia menyayangkan pembentukan tim khusus tersebut dilakukan menjelang debat Pilpres perdana pada 17 Januari mendatang. Padahal, desakan masyarakat kepada pemerintah untuk membentuk tim khusus atau tim pencari fakta sudah dilakukan sejak lama.

"Kami apresiasi, tapi kami sayangkan kenapa baru sekarang dibentuk, mau tidak mau kan menimbulkan kecurigaan bahwa ada muatan politis," katanya.

Andre Rosiade mengatakan, kubu Prabowo-Sandi sangat konsen terhadap pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, Prabowo-Sandi mengecam penyerangan terhadap Novel Baswedan yang merupakan penyidik senior di KPK. Prabowo-Sandi bertekad menuntaskan kasus penyiraman Novel Baswedan di 100 hari pemerintahannya bila terpilih nanti.

Tak Ada Garis Polisi di Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo Sehari Setelah Diteror

"Kan kalau sekarang, bagaimana mau berantas korupsi, kalau tidak ada perlindungan terhadap petugas?  Baru serius ketika mau pemilu. Pak Jokowi ke mana aja sih?" ucapnya.

Sebelumnya,  Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Berdasarkan surat tugas yang diterima Tribunnews.com, Kapolri membentuk tim ini pada Selasa (8/1/2019) lalu.

Pelempar Molotov ke Rumah Wakil Ketua KPK di Kalibata Dua Orang Bermotor Berhelm Full Face

Dalam Surat Tugas Kapolri Nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019 itu, tertera 65 orang lintas profesi yang akan turut mengusut kasus ini.

Halaman
12
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved