Bu Mega Curhat ke Jokowi Honornya Cuma Rp 150 Ribu, Minta Perjuangannya Dihargai

Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Mendikbud Muhadjir Effendy.

Bu Mega Curhat ke Jokowi Honornya Cuma Rp 150 Ribu, Minta Perjuangannya Dihargai
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo berfoto bersama sejumlah guru, saat acara silaturahmi dengan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (11/1/2019). 

SEUSAI menunaikan Salat Jumat di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (11/1/2019) siang, Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan 371 perwakilan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI).

Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Mendikbud Muhadjir Effendy.

Ketika memberikan sambutan di hadapan para guru, Jokowi meminta seorang guru untuk maju berbagi cerita.

Jokowi Sempat Tak Percaya Masih Ada Guru Digaji Rp 300 Ribu, Bingung Problemnya di Mana

Tanpa malu-malu, seorang ibu berkerudung merah langsung bangkit dari kursinya dan maju menghampiri Jokowi. Jokowi meminta ibu tersebut memperkenalkan diri.

Menggunakan pengeras suara, ibu itu mengaku bernama Megayanti, guru swasta di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

"Saya Megayanti dari Kabupaten Pemalang. Saya mengajar dari tahun 2009. Tujuh tahun mengajar honor saya Rp 50 ribu, Pak Presiden. Tiga tahun belakangan honor kami Rp 150 ribu. Alhamdulilah Pak Presiden," ungkap Megayanti.

Novel Baswedan Minta Jokowi Desak Polisi Ungkap Semua Teror kepada KPK

‎Bisa berbincang langsung dengan orang nomor satu di Indonesia, Megayanti tidak bisa menutupi kebahagiaannya.

"Saya ke sini sangat bahagia sekali. Sepertinya saya mimpi bisa ketemu dengan Bapak Presiden. Mungkin kami bisa sampaikan aspirasi guru seluruh Indonesia, pak," ucapnya.

"Sebentar-sebentar. Manggilnya siapa, Bu Mega?" tanya Jokowi pada Megayanti.

Besok Bawaslu Bogor Putuskan Nasib Anies Baswedan

"Iya Pak," jawab Megayanti, diiringi tawa ratusan guru lainnya.

Megayanti menyampaikan, meski honor yang diterima Rp 50 ribu-Rp 150 ribu, dia dan guru lainnya tetap semangat untuk mendidik.

"Untuk pendidikan kami sama seperti yang lainnya. Walau honor kami Rp 50 ribu, Rp 100 ribu, kami bisa S1. Paling tidak, ya Allah Gusti, istilahnya perjuangan kami dihargailah, pak," kata Megayanti lirih. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved