Breaking News:

Amien Rais Ingin Gantikan Revolusi Mental Jokowi dengan Revolusi Moral

Mental, menurut Amien Rais, sudah mucul dari dalam jiwa seseorang. Ada yang mentalnya pemberani, ada yang mental saudagar.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (10/10). Penyidik Direktorat Kriminal Umum melakukan pemeriksaan terhadap Amien Rais sebagai saksi terkait kasus berita bohong untuk tersangka Ratna Sarumpaet. 

KETUA Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional Amien Rais meluncurkan buku berjudul 'Hijrah: Selamat Tinggal Revolusi Mental dan Selamat Datang Revolusi Moral.

Peluncuran buku tersebut dilakukan di Jalan Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Amien Rais mengatakan, revolusi moral lebih penting daripada revolusi mental. Apalagi, revolusi mental yang digaungkan Jokowi, menurutnya sangatlah tidak jelas. Tidak ada penjelasan apa yang dimaksud revolusi mental, dan tidak ada dokumen pendukungnya.

Ingatkan KPU Agar Tak Sok Kuasa, Amien Rais: Jangan Macam-macam

"Jadi, menurut saya revolusi mental Pak Jokowi itu memang tidak jelas, Tidak ada dukungan autentik yang mengenai misalnya apa sih maksudnya, kemudian tidak ada dokumen otoritatif dari pemerintah," tutur Amien Rais.

Mental, menurut Amien Rais, sudah mucul dari dalam jiwa seseorang. Ada yang mentalnya pemberani, ada yang mental saudagar, dan ada yang mental pecundang.

"Kemudian kalau ada orang yang planga plongo, itu dia punya followership mentality atau mental pengikut," ucap Amien Rais.

Sambangi Korban Kebakaran, Sandiaga Uno Bernostalgia di Tambora

Sedangkan moral, menurut Amien Rais, adalah suatu hal yang bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang terkutuk dan tidak.

"Nah, saya mohon maaf, setelah empat tahun saya ikuti rezim Pak Jokowi ini, itu memang tidak punya kompas moral, tidak ada moral guidens," paparnya.

Sekarang ini, menurutnya, orang menggagap enteng tidak adanya moralitas. Sehingga, tidak mempermasalahkan banyak obral janji namun tidak ditepati. Masyarakat juga lebih permisif terhadap kabar palsu.

Rumahnya Diteror, Laode M Syarif: Namanya Juga Kerja di KPK, Pasti Banyak Bunga-bunganya

"Jadi ketika ada raja hoaks, itu enggak apa-apa, enggak marah gitu loh. Itu luar biasa. Jadi Ini yang menyebabkan di masyarakat kita ini muncul semacam cheating culture, budaya tipu-tipu, menjadi lying culture, jadi budaya menipu," ulasnya.

Dalam buku setebal 76 halaman tersebut, Amien Rais menyebut ada lima revolusi mental Jokowi yang tidak jelas, yakni Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesi Mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu.

“Revolusi mental ala Jokowi yang tidak jelas maknanya harus segera ditinggalkan. Selamat tinggal revolusi mental! Diganti dengan revolusi moral atau katakanlah pembaharuan persenjataan moral,” tulis Amien Rais dalam bukunya. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved