UMKM Wisata Balai Kota Sepi Pengunjung Setelah Era Anies Baswedan Pas di Era Ahok Ramai

Pengunjung wisata Balai Kota DKI Jakarta mulai sepi sejak zaman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

UMKM Wisata Balai Kota Sepi Pengunjung Setelah Era Anies Baswedan Pas di Era Ahok Ramai
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Para pedagang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Pemprov DKI mengeluhkan omset merosot karena sepi pembeli. 

Keberadaan wisata Balai Kota DKI Jakarta kini sepi pengunjung, hal tersebut dikeluhkan oleh para pedagang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Pemprov DKI.

Pasalnya, pendapatan mereka kini merosot drastis karena tidak adanya pengunjung yang datang untuk berwisata setiap akhir pekan.

Salah satu pedagang makanan, Yuliyanti mengaku, pengunjung mulai sepi sejak zaman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Sekarang mah sepi sejak zaman pak Anies. Kalau dulu zaman pak Ahok ramai bangat. Banyak dari luar kota juga yang wisata ke sini," ungkap Yanti saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Karena sepi, kini hanya sisa tiga pedagang yang masih bertahan berjualan di Balai Kota setiap akhir pekan.

"Dulu mah banyak (pedagang) sekarang sisa kita aja ini. Itupun yang beli Wartawan atau petugas yang kebetulan lagi masuk," ungkapnya.

Iapun mengurangi stok dagangannya karena takut merugi akibat tak ada yang beli. Terlebih makanan yang Yanti jual adalah makanan matang.

"Iya paling bawa (makanan) dikit doang, takut enggak habis. Sekarang paling kita jualan sampai siang sampai sore doang, kalau dulu bisa sampai malam," paparnya.

Yanti berharap dan memohon kepada Anies agar wisata Balai Kota dihidupkan kembali agar dagangannya bisa laku seperti dahulu.

"Kita maunya pak Anies bisa ajak masyarakat supaya wisata ke Balai Kota supaya kita ramai lagi. Dulu misalnya bisa dapat (omset) sampai 2000, sekarang mah paling besar hanya 200. Jauh bangat deh," ungkap Yanti.

Diketahui wisata Balai Kota sudah ada sejak zaman September 2015 setiap Sabtu dan Minggu mulai pukul 09.00 - 17.00 WIB dan pengunjung pun tidak dikenakan biaya sama sekali.

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved