Ada 2.892 Sekolah Berada di Lokasi Rawan Bencana, Ini Kata KPAI

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, mengatakan ditemukan sebanyak 2.892 bangunan di lokasi rawan bencana.

Ada 2.892 Sekolah Berada di Lokasi Rawan Bencana, Ini Kata KPAI
Istimewa
ILUSTRASI Gempa 

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, mengatakan banyak surat kabar harian nasional beberapa hari belakangan ini, kerap memberitakan

Ancaman bencana gempa dan tsunami itu, kata Retno, diketahui berasal dari patahan aktif di sejumlah wilayah di Indonesia.

Patahan aktif itu, terutama di pulau Jawa dan sekitarnya, yang berdasar dari hasil riset para peneliti gempa bumi.

Bahkan, hasil riset itu juga sudah dipublikasi di berbagai jurnal ilmiah internasional.

“Memang, kita tak harus panik. Namun juga tak boleh menafsirkan. Apalagi mengabaikan risiko bencana. Jangan juga data-data para ahli ini dianggap menakut-nakuti dan mengancam investasi di daerah,” ujarnya Retno, Sabtu (12/1/2019).

Saat Ahok Bebas, Ada Rencana Sangat Rahasia dengan Tim BTP

Polisi Ungkap Motif Tujuh Pelaku Aniaya Pemuda Condet Hingga Tewas di Lereng Gunung Merbabu

Menurut Retno, Peta Sumber Gempa Nasional 2017 telah memetakan jalur patahan darat di Indonesia walaupun sebagian besar belum dalam skala detail.

Kata Retno, dari peta termutakhir ini diketahui sebanyak empat juta penduduk dan 2.892 bangunan sekolah berada dalam zona bahaya radius satu kilometer dari jalur sesar.

"Menurut Peta (2017) itu, ditemukan fasilitas pendidikan di zona kerentanan tinggi sebanyak 2.892 bangunan sekolah, fasilitas kesehatan sebanyak 40 rumah sakit dan 126 puskesmas, dan jumlah penduduk yang mencapai 4.103.975 jiwa," terangnya.

Sedangkan infrastruktur transportasi sebanyak 11 pelabuhan, 21 terminal, 2 stasiun, 237 ruas jalan provinsi sepanjang 652,3 km, 31 ruas jalur kereta api dengan panjang 83,3 km, 15 ruas jalan tol sepanjang 20,1 km.

Berdasarkan data-data valid yang dikemukan dari hasil penelitian dan perhitungan para ahli gempa bumi, maka KPAI mendorong akan mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan edukasi kebencanaan.

Tabrak Pembatas Tol Slipi dan Nyaris Terjun, JMTIC Menduga Sopir Truk Hilang Kendali

Kronologi Kasus Pemerkosaan Gadis Dibawah Umur di Tomohon, Pelaku Pernah Hamili Wanita Papua

Halaman
12
Penulis:
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved