YLKI: Cukai Rokok Tidak Naik Berdampak BPJS Kesehatan Defisit

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesi atau YLKI menilai cukai rokok tidak naik pada 2018-2019 menjadi salah satu penyebab keuangan BPJS Kesehatan defisit.

YLKI: Cukai Rokok Tidak Naik Berdampak BPJS Kesehatan Defisit
tribunnews
Tulus Abadi. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesi atau YLKI menilai cukai rokok tidak dinaikan pada 2018-2019 menjadi salah satu penyebab keuangan BPJS Kesehatan mengalami defisit.

YLKI menyatakan jika dirunut kaitan keuangan BPJS Kesehatan defisit bisa dimulai dari harga rokok yang murah hingga melonjaknya kasus penyakit tidak menular.

"Buntut dari melambungnya penyakit tidak menular adalah kinerja BPJS Kesehatan yang makin empot-empotan. Dan klimaksnya mengalami financial bleeding (defisit) yang pada 2018 mencapai Rp 16,5 triliun," kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi, seperti dilansir Antaranews.com, Jumat (11/1/2019).

Tulus Abadi mengatakan, kenaikan cukai rokok sangat minim yaitu sebesar 10,14 persen pada 2017 dan tidak dinaikkan sama sekali pada 2018 dan 2019.

Dengan kondisi tersebut saat ini besaran tarif cukai rokok baru mencapai 38 persen dari harga ritel.

Padahal amanat UU tentang Cukai, cukai rokok bisa dinaikkan hingga 57 persen.

Bahkan rata-rata internasional untuk cukai rokok berdasarkan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) berada pada 75 persen dari harga ritel.

Rendahnya cukai rokok ini menyebabkan harga rokok di pasaran menjadi sangat murah, bahkan bisa dibeli secara satuan atau ketengan yang mudah dibeli oleh kelompok rentan seperti anak-anak, remaja, dan kalangan rumah tangga miskin.

Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi merokok pada usia 10 sampai 18 tahun, atau dalam kategori anak-anak, dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen pada 2018.

Tulus mengatakan, lebih dari 35 persen orang Indonesia adalah perokok dan 70 persennya merupakan perokok pasif, dan 70 persen perokok berasal dari kalangan keluarga miskin.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved