Tol Trans Jawa Beroperasi, Omzet Restoran di Pantura Batang Turun

Omzet restoran di sepanjang jalur pantai utara Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini hanya mencapai Rp 1,5 juta per hari, sejak ada Tol Trans Jawa.

Tol Trans Jawa Beroperasi, Omzet Restoran di Pantura Batang Turun
ist
Jembatan Kali Kuto yang berada di Tol Trans Jawa. Omzet restoran atau rumah makan di sepanjang jalur pantai utara Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini hanya mencapai Rp 1,5 juta per hari. Omzet itu turun dibandingkan sebelum pengoperasian Tol Trans Jawa yakni antara Rp 2,25 juta hingga Rp 2,5 juta per hari. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Omzet restoran atau rumah makan di sepanjang jalur pantai utara Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini hanya mencapai Rp 1,5 juta per hari.

Omzet itu turun dibandingkan sebelum pengoperasian Tol Trans Jawa yakni antara Rp 2,25 juta hingga Rp 2,5 juta per hari.

Pemilik rumah makan Buyung, Arif Munandar, di Batang, mengatakan, dengan beroperasinya jalur Tol Trans Jawa, sebagian besar kendaraan kini memanfaatkan jalur bebas hambatan tersebut sehingga kondisi jalur pantura relatif sepi.

"Saat ini bisa dikatakan pengunjung berkendaraan yang ingin mampir ke rumah makan turun drastis karena sebagian besar mereka memilih melintas di jalur Tol Trans Jawa. Jika sebelumnya, omzet yang kami terima mampu mencapai Rp 2,25 juta hingga Rp 2,5 juta per hari kini hanya Rp1,5 juta," kata Arif, seperti dilansir Antaranews.com, Jumat (11/1/2019).

Menurut Arif, saat ini konsumen yang datang ke rumah makan sebagian adalah pengendara sepeda motor dan sopir truk sedang mobil pribadi maupun bus memilih melintas jalur tol itu.

"Kondisi yang dihadapi pemilik rumah makan ini bisa dikatakan kembang kempis (bertahan saja). Kami hanya berharap semoga bisa ramai lagi karena jika tidak ada perubahan signifikan maka lebih baik tutup usaha," katanya.

Kepala Badan Pengelolaaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah atau BPKPAD Kabupaten Batang, Bambang Supriyanto, mengatakan, turunnya jumlah pengunjung di sejumlah rumah makan atau restoran jalur pantura Batang akan berimbas pada target penyerapan pajak restoran.

Pada tahun ini, kata dia, target retribusi pajak dari sektor restoran dan rumah makan sebesar Rp 3 juta atau masih dengan target tahun sebelumnya.

"Namun, dengan dibukanya jalur Tol Trans Jawa maka akan berimbas langsung pada penyerapan pajak dari sektor rumah makan atau restoran," katanya.

Ia mengatakan, realisasi pendapatan pajak daerah atau PAD pada 2018 mencapai Rp 74,198 miliar atau 104,16 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 71,233 miliar.

"Adapun pada tahun ini, target pajak daerah sebesar Rp 74,517 miliar atau naik dibanding tahun sebelumnya Rp 71,233 miliar. Kami berharap target PAD 2019 bisa terlampaui karena dibangunnya rest area berkonsep transit oriented development (TOD) yang berlokasi di tepi jalur Tol Batang-Semarang Km 369," katanya.

Menjadi Polemik, Bus Trans Jawa Milik Kementerian Perhubungan Dibatalkan

Kampanye Kreatif Tour De Tol Trans Jawa

Mudik ke Surabaya Lancar, Pengguna Tol Trans Jawa Berterima Kasih kepada Presiden Jokowi

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved