Senin, 4 Mei 2026

Saat Bencana Datang, Jangan Panik! Ini yang Dapat Dilakukan Anak-anak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mengedukasi anak-anak terkait simulasi evakuasi penanganan bencana di Sekolah Al-Azhar Cibubur.

Tayang:
Penulis: Rangga Baskoro |
Warta Kota/Rangga Baskoro
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengedukasi anak-anak terkait simulasi evakuasi penanganan bencana di Sekolah Al-Azhar Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (11/1/2019). 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengedukasi anak-anak terkait simulasi evakuasi penanganan bencana di Sekolah Al-Azhar Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

Kurang lebih sebanyak 400 peserta didik, mulai dari kelas 7 hingga 9 mengikuti simulasi evakuasi bencana tersebut.

1. Simulasi bencana saat gempa

Dalam simulasi ini, pertama para peserta didik diajarnya bagaimana menyelamatkan diri saat gempa terjadi di tengah proses belajar-mengajar.

Para peserta didik diminta untuk tidak panik saat bel tanda bencana berbunyi dan langsung menyelamatkan diri dengan bersembunyi di bawah kolong meja belajar.

Setelah bel tanda bencana atau saat gempa telah usai, barulah para peserta didik diminta keluar dari kelas menuju lapangan terbuka.

Saat keluar dari kelas untuk menuju lapangan terbuka, para peserta didik juga diminta untuk tidak panik dan saling bergantian satu per satu menuruni anak tangga.

2. Simulasi penanganan kebakaran

Kemudian, saat simulasi penanganan kebakaran, para peserta didik diperkenalkan soal profesi pemadam kebakaran.

Beberapa alat yang digunakan oleh petugas pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya menangani kebakaran dan penyelamatan juga diperkenalkan kepada para peserta didik.

Tak hanya itu, para peserta didik juga diajarkan bagaimana cara penanganan kebakaran tahap awal, seperti penanganan tabung gas bocor dan bagaimana cara memadamkan api.

Beberapa orang peserta didik pun turut dilibatkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Terlihat raut muka tegang nampak di wajah beberapa orang peserta didik yang ikut dilibatkan dalam penanganan kebakaran ini.

Namun dengan arahan sejumlah petugas Damkar yang profesional, mereka dapat melakukan proses pemadaman api dengan baik.

 Jiwa mitigasi 

Kepala Seksi (Kasie) Kesiapsiagaan BPBD DKI Jakarta Embai Suhaimi menyebut, simulasi ini dilakukan untuk menanamkan jiwa mitigasi sejak dini kepada anak.

"Tujuan kami untuk mengurangi resiko bencana karena dengan pelatihan ini mereka terbiasa menghapi bencana sehingga bisa lebih tenang, Jadi kalau ada bencana datang mereka sudah siap, tidak grogi, dan panik lagi," ujarnya, Kamis (10/1) lalu.

Dikatakan Suhaimi, terdapat 6.670 sekolah yang tersebar di seluruh DKI Jakarta. Meski demikian, baru 173 sekolah yang mendapat sosialisasi terkait penanganan bencana.

"Sejak tahun 2016 saat Pergub terkait kebencaan dikeluarkan, baru ada 104 sekolah, tapi sebelumnya kami sudah bekerjasama dengan sejumlah NGO (Non Governmnet Organization). Jadi total hingga saat ini sudah ada 173 sekolah uang kami berikan sosialisasi ini," ucapnya di Sekolah Al-Azhar, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur.

Sementara itu, Kasie Pengelola Penyelamatan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Hamzah Arfan menyebut, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan cara penanggulangan kebakaran tahap awal.

"Penanganan kebakaran tahap awal itu paling penting karena kita harus bisa menyelamatkan jiwa, rumah, dan sebagainya. Kalau menunggu pemadam datang pasti resiko lebih besar," kata Hamzah.

Untuk itu, sosialisasi semacam ini sangat penting agar masyarakat bisa meminimalisir resiko bencana.

"Sosialisasi ini sangat penting ya, tapi bukan hanya ke sekolah umum, tapi juga ke masyarakat dan sekolah disabilitas juga penting sekali," ucapnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved