Oknum TNI AL yang Tusuk Warga Sudah Tiga Tahun Tinggal di Koja

TG diketahui tinggal di kawasan tersebut dengan mengontrak sebuah rumah. Ia tinggal di rumah itu sejak tiga tahun yang lalu.

Oknum TNI AL yang Tusuk Warga Sudah Tiga Tahun Tinggal di Koja
Examiner
Ilustrasi penusukan warga oleh oknum TNI AL. 

Oknum TNI AL berinisial TG yang menusuk warga berinisial RBS (23) diketahui sudah tinggal di Jalan Cibanteng I, RT 03/RW 07, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, sejak tiga tahun silam.

Seorang warga, Muhammad Nur Setuju (51) menuturkan, TG diketahui tinggal di kawasan tersebut dengan mengontrak sebuah rumah.

Ia tinggal di rumah itu sejak tiga tahun yang lalu.

“Dia ngontrak di sini. Kayaknya hampir jalan tiga tahun,” ungkap pria yang akrab disapa Tujuh, Jumat (11/1).

Pelaku tinggal lebih dulu dibanding tetangga sebelah rumahnya.

Sementara itu, menurut Tujuh, korban adalah anak buah tetangganya yang bekerja sebagai mandor sebuah proyek.

“Dia tinggal sama istri dan anaknya dua. Dia (rumahnya) di tengah posisinya, ini (rumahnya) dia, ini rumah korban,” kata Tujuh sembari menunjuk gambar rumah yang diperlihatkan kepadanya.

Selama mengenal TG, Tujuh melihat tidak ada yang aneh dengan pelaku. Bahkan Tujuh menceritakan pelaku pernah memberikan tumpangan pulang ke rumah seusai bertugas sebagai anggota TNI AL.

“Sekarang dia pakai baju dinas, pakai baju rapi, saya di Pasar Permai. Saya jalan kaki, pakai celana pendek, sore pulang dinas, dia berhenti ‘Bang Tujuh naik’. Pulang bareng sama saya,” katanya.

Sebelumnya, diberitakan, seorang oknum TNI AL berinisial TG menusuk warga berinisial RBS (23) di sebuah rumah kontrakan di Jalan Cibanteng I, RT 03/RW 07, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019) malam.

Seorang warga, Muhammad Nur Setuju (51) mengaku, sempat berinteraksi dengan pelaku.

Ketika itu, pria yang akrab disapa Tujuh tersebut melihat pelaku seperti ingin meluapkan amarah dan emosinya.

Awalnya, Tujuh menceritakan dirinya sedang mendorong motornya yang mogok ke rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian sekira pukul 22.00 WIB. Ketika melewati kontrakan TG, Tujuh sempat berinteraksi dengan pelaku.

“Saya kan masukin motor mas TG (pelaku) ini duduk di sana (depan rumahnya). Dia negor saya, 'Bang Tujuh, kok motornya nggak dihidupin?,” kata Tujuh, Jumat (11/1/2019).

Ketika itu, Tujuh mengaku tidak mendengar adanya keributan dari dalam kontrakan TG.

Namun, tidak lama setelah memarkirkan motornya di rumah, Tujuh melihat TG seperti orang sedang marah-marah.

Halaman
12
Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved