Dewan Pengawas BPJS: Tidak Adanya Paksaan Hubungan Badan Terhadap RA

M Aditya Warman selaku Jajaran Dewas mengatakan secara gamblang bahwa dirinya tidak melihat adanya unsur-unsur terjadinya perkosaan dalam diri RA.

Dewan Pengawas BPJS: Tidak Adanya Paksaan Hubungan Badan Terhadap RA
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan gelar jumpa wartawan guna klarifikasi kasus perkosaan yang diduga dilakukan oleh salah seorang Dewas BPJS Ketenagakerjaan terhadap RA. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Vini Rizki Amelia

PALMERAH, WARTA KOTA -- Kasus perkosaan yang diduga dilakukan oleh salah seorang Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan berinisial SAB, turut ditanggapi oleh para anggota Dewas.

Keenam Jajaran Dewas BPJS Ketenagakerjaan yaitu Rekson Silaban, Poempida Hidayatulloh, Guntur Witjaksono, M Aditya Warman, Eko Darwanto dan Inda D Hasman melakukan jumpa wartawan untuk klarifikasi kasus tersebut.

M Aditya Warman selaku Jajaran Dewas mengatakan secara gamblang bahwa dirinya tidak melihat adanya unsur-unsur terjadinya perkosaan dalam diri RA.

“Sangat tergambarkan sekali tidak pernah tergambarkan suasana bahwa dia sedang dalam posisi diperkosa atau dicabuli atau apapun itu,” tutur Aditya kepada wartawan dalam jumpa wartawan di Hotel Kartika Chandra, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Setia Budi, Jakarta Selatan, Jumat (11/1).

Terkait laporan RA yang berisikan dirinya telah di paksa berhubungan badan oleh SAB kepada Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dan Presiden, Aditya lagi-lagi membantahnya.

“Saya dengan lapang dada, terkait saudara Amel yang telah melapor adanya dugaan paksaan hubungan badan, saya katakan tidak pernah terjadi,” tutur Aditya.

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan gelar jumpa wartawan guna klarifikasi kasus perkosaan yang diduga dilakukan oleh salah seorang Dewas BPJS Ketenagakerjaan terhadap RA.
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan gelar jumpa wartawan guna klarifikasi kasus perkosaan yang diduga dilakukan oleh salah seorang Dewas BPJS Ketenagakerjaan terhadap RA. (Warta Kota/Vini Rizki Amelia)

Pernyataan tersebut kemudian dikuatkan dengan pengakuan dari Guntur Witjaksono selaku Ketua Dewan Pengawas bahwa SAB pernah mengaku kepada dirinya bahwa adanya hubungan khusus antara SAB dengan RA.

Meski Guntur mengaku dirinya tidak pernah diceritakan secara detil terkait maksud dari hubungan khusus tersebut.

“Saudara SAB pun mengatakan kepada saya bahwa persoalan itu adalah murni persoalan pribadinya, tidak ada hubungannya dengan pekerjaan dan dia (SAB) siap mengundurkan diri jika nantinya hubungannya dengan RA mengganggu institusi,” papar Guntur.

Datangnya pernyataan tersebut dari para anggota Dewas dikatakan Aditya tidak bermaksud untuk menjatuhkan atau merugikan kedua belah pihak.

“Saya sampaikan bahwa ini menjadi benar agar jadi jelas. Mungkin ini Gibah atau fitnah yang tidak menjadi baik buat saya, keluarga saya, Dewan Pengawas, dan juga tidak bisa menjadi contoh bagi seluruh stakeholder maupun insan di BPJS,” tutur Aditya.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses, bahkan diagendakan Jumat siang ini kedua belah pihak yakni SAB dan RA tengah menghadap DJSN untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan perkosaan.

Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan gelar jumpa wartawan guna klarifikasi kasus perkosaan yang diduga dilakukan oleh salah seorang Dewas BPJS Ketenagakerjaan terhadap RA.
Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan gelar jumpa wartawan guna klarifikasi kasus perkosaan yang diduga dilakukan oleh salah seorang Dewas BPJS Ketenagakerjaan terhadap RA. (Warta Kota/Vini Rizki Amelia)

Para anggota Dewas pun berharap, kejadian ini jangan sampai menjadi alat untuk di politisasi oleh pihak-pihak tertentu, selain itu juga, Guntur mengatakan kasus ini tidak menghalangi atau menghambat kinerja BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan.

Penulis: Vini Rizki Amelia
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved